Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Februari 2024 | 01.52 WIB

Menelusuri Jejak Jersey Persebaya Surabaya: Jejak Sejarah Era Kolonial Belanda dalam Warna dan Dinamika

WARNA-WARNI: Warna-warni jersey Persebaya bersama Surabaya Jersey Community. (JawaPos.com) - Image

WARNA-WARNI: Warna-warni jersey Persebaya bersama Surabaya Jersey Community. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Indimix Barito Space Jl. Barito No. 4 Surabaya menjadi saksi perbincangan seru dalam acara ‘Warna Warni Jersey Persebaya’.

Diskusi ini menghadirkan panelis hebat, antara lain Fery Widyatama, penulis buku "Pasang Surut Sepak Bola Bumiputera di Surabaya 1926-1942", serta Yudha Mustopo dan Syarief Muhdor dari Surabaya Jersey Community (SJC). Acara yang diinisiasi oleh kerja sama tiga brand lokal Surabaya, Maniac, Indimix, dan Kelana Kopi, menjadi sebuah panggung inspiratif pada Sabtu, (3/2).

Cak Tulus, sang moderator yang memandu diskusi, membawa kita menelusuri warna-warni jersey Persebaya Surabaya dari masa ke masa, mulai dari era kolonial Belanda hingga desain terbaru musim 2023/2024. Namun, yang membuat diskusi semakin menggoda adalah penjelasan mendalam dari Fery Widyatama, seorang penulis dan pemateri dalam event Indimix Fest.

Fery Widyatama memperkenalkan sejarah unik jersey Persebaya atau yang saat itu dikenal sebagai SIVB (Persibaja) sejak era kolonial Belanda. Khususnya pada 1940-an, ada perbedaan mencolok dalam penggunaan jersey, terutama pada pertandingan Districtswedstrijden dan Stedenwedstrijden.

"Jadi, kala itu sekitar tahun 1940-an yang membedakan penggunaan Jersey SIVB (Persibaja) adalah pada pertandingan Districtswedstrijden yang menggunakan pola dan bentuk berwarna hijau dengan lengan warna putih dan celana putih. Kemudian pada pertandingan Stedenwedstrijden menggunakan warna hijau-hijau, kadang kala juga hijau putih," ungkap Fery Widyatama.

Lalu, Fery Widyatama melanjutkan ceritanya mengenai pemain SIVB (Persibaja) yang menggunakan jersey khusus untuk pertandingan-pertandingan Districtswedstrijden PSSI wilayah Jawa Timur dari 1930 hingga 1942. Namun, ketika SIVB (Persibaja) berhasil meloloskan diri menuju babak final Stedenwedstrijden, terjadi perubahan menarik.

"Bond ini mengganti pola pada kaos jerseynya, yaitu menggunakan warna dasar hijau secara keseluruhan," jelasnya.

Perjalanan kisah jersey Persebaya Surabaya atau SIVB (Persibaja) ini membawa kita ke masa di mana jersey tidak hanya menjadi pakaian, melainkan simbol perubahan dan semangat juang. Jersey menjadi medium untuk merayakan keberhasilan dan menggambarkan identitas tim serta komunitas di sekitarnya.

Dalam diskusi tersebut, SJC dengan Yudha Mustopo dan Syarief Muhdor turut memperkaya wawasan dengan pandangan dari perspektif suporter dan kolektor. Mereka bukan hanya membahas sejarah, tetapi juga membahas bagaimana jersey menjadi penghubung antara masa lalu dan sekarang, antara suporter dan tim, antara satu generasi dengan generasi berikutnya.

Jersey Persebaya Surabaya atau SIVB (Persibaja) membawa dinamika yang kaya. Penggunaan warna sebagai representasi identitas dan perubahan pola jersey dalam situasi tertentu tidak hanya mencerminkan gaya, tetapi juga cerminan dari semangat dan perjalanan yang dijalani tim.

Sejarah jersey Persebaya Surabaya atau SIVB (Persibaja) telah memberikan dinamika dan warna-warni yang memikat. Inilah bukti bahwa jersey bukan hanya pakaian biasa, melainkan warisan hidup yang terus berkembang seiring waktu. Sebuah perjalanan kisah jersey Persebaya Surabaya yang tidak hanya menyentuh masa lalu, tetapi juga menjadi inspirasi dan identitas yang hidup dalam setiap serat kainnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore