
MONUMENTAL: Pemain Persebaya Surabaya, Josh Maguire, merayakan golnya bersama Korinus Fingkreuw ke gawang Bontang FC. (Persebaya)
JawaPos.com – Di kancah sepak bola Newcastle, nama Josh Maguire bukanlah hal yang asing. Gelandang flamboyan asal Australia ini telah menorehkan jejak panjang dalam karier sepak bolanya.
Dia membawa pengalaman berharga dan kebijaksanaan yang langka ke dalam pertandingan. Meski kini berusia 43 tahun, Josh Maguire tetap menjadi sosok yang dihormati di West Wallsend, terutama dalam serangan final Bluebells.
Josh Maguire memulai kiprahnya di dunia sepak bola bersama Newcastle Breakers, dan tak lama kemudian, jalan kariernya membawanya ke Eropa bersama Steaua București di Rumania. Namun, cedera kaki membawanya kembali ke Australia, mengakhiri kontraknya hanya dalam waktu 18 bulan.
"Setelah pergi ke luar negeri pada usia 19 tahun dan menandatangani kontrak dengan klub besar, itu adalah pembuka mata atas apa yang saya tahu bisa saya capai dan betapa bagusnya standar di sana," ungkap Josh Maguire dilansir dari Northern Nsw Football.
Cedera bahkan tidak menghentikan semangat Josh Maguire. Dia kemudian membuktikan dirinya di liga-liga tingkat negara bagian seperti bersama Highfields Azzurri dan Blacktown City sebelum kembali ke tingkat nasional bersama Ksatria Selandia Baru di A-League.
"Bermain di depan keluarga saya ketika kami kembali dan bermain melawan (Newcastle) Jets di Stadion McDonald Jones adalah hal yang penting. Banyak keluarga dekat saya tidak bisa melihat sepak bola saya sesering biasanya di luar negeri," kata Josh Maguire.
Namun, A-League hanya melihat Josh Maguire sebentar. Pengalaman bermain di Asia Tenggara kemudian membuka pintu bagi Josh Maguire, dan dia menemukan dirinya membela warna Persebaya Surabaya di Indonesia.
“Namanya Persebaya Surabaya. Mereka (biasanya mengajak) 60 hingga 70 ribu orang menonton pertandingan kandang,” kata Josh Maguire.
“Surabaya adalah kota (terpadat) kedua di Indonesia, jadi jumlah penduduknya sangat besar. Pertandingan yang kami mainkan merupakan kompetisi yang cukup bagus.”
Josh Maguire menggambarkan derby di Indonesia sebagai sesuatu yang mengintimidasi. “(Persebaya punya rivalitas) dengan Arema,” kata Josh Maguire.
“Saat kami melawan mereka yang hanya berjarak 40 menit berkendara, kebencian dan persaingan cukup intens,” lanjutnya.
“Saat kami menginap di hotel, (pemerintah) akan membawa kendaraan lapis baja untuk mengantar kami ke stadion dan kemudian dari stadion, kembali ke kota kami,” tambahnya.
“Suporter Arema akan berbaris di jalan dan melemparkan batu dan botol ke arah kami saat kami masuk ke dalam stadion. (Kemudian setelah pertandingan) kami harus dikurung di dalam stadion selama dua jam untuk memastikan kami aman untuk kembali ke kendaraan lapis baja bersama polisi, jadi stadion cukup penuh,” jelasnya tentang situasi saat itu.
“Indonesia adalah liga yang cukup bagus,” tutupnya.
Setelah sukses bersama Persebaya Surabaya, Josh Maguire melanjutkan petualangannya ke klub-klub lain di Asia, termasuk Semarang United dan Bali Devata di Liga India serta pengalaman singkat di Liga Kamboja.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
