
MAKIN TAJAM: Sho Yamamoto (kiri) berhasil melepaskan tembakan meski dalam pengawalan gelandang Persita Christian Rontini.
JawaPos.com - Sho Yamamoto sempat mandul dalam enam laga awal. Tidak ada gol yang tercipta dari gelandang Persebaya Surabaya itu. Saat banjir kritikan, dia langsung bangkit.
Kemarin (12/8) Sho kembali menjadi solusi atas kebuntuan di lini depan Persebaya. Golnya pada menit ke-55 memastikan Green Force menang 1-0 atas Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Sebelumnya, dia juga menjadi hero. Sho mencetak gol penentu kemenangan 2-1 atas Bhayangkara FC (8/8).
Karteker pelatih Persebaya Uston Nawawi tidak kaget dengan performa Sho. Sebab, saat gelandang 26 tahun itu dikritik, Uston sempat berbicara empat mata. ”Sho bilang bahwa dia mau menunjukkan dia itu pemain yang bagus. Dia berusaha sebaik-baiknya dan ingin membawa Persebaya menang,” beber pelatih asli Klagen, Sukodono, Sidoarjo, tersebut.
Performa apik Sho tidak terlepas dari keputusan Uston. Dia memindahkan posisi bermain Sho. Dari winger kanan menjadi gelandang serang. Uston menjelaskan, perubahan posisi itu membuat Sho lebih mobile.
”Perubahan posisi itu juga hasil evaluasi tim pelatih dengan departemen analisis. Kami sangat terbantu dengan kehadiran mereka. Saya jadi tahu kelebihan dan kekurangan tim,” beber pelatih 45 tahun tersebut.
Gol Sho itu sekaligus mengakhiri catatan buruk Persebaya. Untuk kali pertama, Green Force meraih kemenangan di kandang. Sebelumnya, mereka selalu gagal menang dalam tiga laga home pembuka. Menelan satu kekalahan dan dua hasil imbang.
”Kami sangat bersyukur akhirnya bisa menang di kandang. Apalagi, ini jadi clean sheet pertama kami. Saya apresiasi penampilan luar biasa para pemain,” tutur Uston.
Kemenangan itu membuat Song for Pride kembali berkumandang seusai laga. Uston juga bersyukur karena menjadi karteker yang sukses. Dia menyapu bersih dua laga dengan kemenangan. Meski begitu, mantan pelatih yang tengah menempuh lisensi AFC Cup itu tidak mau jemawa. ”Baru dua laga juga. Masih banyak laga yang harus kami tatap ke depan,” ujarnya.
Uston menyatakan, hasil apik itu bukan sebuah kebetulan. Dia rutin berbicara dengan pemain secara langsung. Apa saja yang disampaikan?
”Yang pertama saya lakukan adalah mengangkat mental pemain. Semua harus berjuang dulu di lapangan. Perkara nanti menang, seri, atau kalah, itu urusan belakang. Saya juga tumbuhkan kekompakan dan kebersamaan antar pemain,” ungkap Uston.
Di sisi lain, hasil ini memperpanjang rekor buruk Persita dari Green Force. Dari lima bentrokan pemungkas, Persita belum pernah menang. Mereka menelan empat kekalahan dan sekali imbang. Catatannya juga buruk: kebobolan 13 gol dan hanya mencetak sebiji gol. Pelatih Persita Luis Duran menyatakan sudah berusaha maksimal.
”Setelah kebobolan, kami melakukan berbagai cara untuk bisa mencetak gol. Kami ingin laga berakhir imbang. Tapi, ternyata tidak bisa,” kata pelatih asal Cile tersebut.
Duran tahu ada masalah dalam timnya. Adalah lini depan yang menjadi problem utama. Striker Ramiro Fergonzi masih mandul dalam delapan laga. Sejauh ini Persita baru mencetak enam gol dari delapan laga.
”Saya harap performa lini depan terus membaik. Saya ingin lini depan maksimal dan bisa membawa tim meraih kemenangan di laga kandang selanjutnya,” tandas Duran. (gus/c14/bas)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
