
HARUS BERSABAR: Andik Vermansah tetap semangat menjalani proses pemuluhan cedera yang dialaminya.
JawaPos.com- Andik Vermansyah harus menjalani operasi untuk memulihkan PCL (posterior cruciate ligament) yang dideritanya. Namun, menurut dokter timnas Syarif Alwi, operasi bukan satu-satunya solusi. Sebab, jika harus dioperasi, Andik membutuhkan waktu minimal enam bulan untuk bisa kembali ke peak performance.
’’Itu (operasi) adalah opsi terakhir untuk dia (Andik),’’ ujar Syarif. Dia menyebut mempunyai solusi untuk memulihkan cedera Andik dalam waktu yang lebih cepat ketimbang operasi. Langkah yang dimaksud, arthroscopy lutut. Metode tersebut menggunakan teknik pembedahan ringan di sendi lutut. Tujuannya, mendapatkan diagnosis sekaligus bisa memperbaiki kerusakan bagian dalam sendi lutut ligamen.
Setelah dilakukan pemeriksaan arthroscopy, langkah berikutnya adalah penyuntikkan stem cell. Langkah tersebut ditengarai ’’hanya’’ memakan waktu sekitar tiga bulan. Setelah itu, Andik bisa kembali merumput seperti sebelum mengalami cedera. ’’Kalau tidak ada halangan, pekan depan dilaksanakan arthroscopy. Yang terpenting sekarang, Andik terus menguatkan ototnya terlebih dahulu,’’ tutur Syarif.
Oleh Ketua Umum Edy Rahmayadi, Syarif memang ditugaskan memantau langsung perkembangan Andik. Bahkan, pada Kamis (5/1) pria berkacamata tersebut hadir di Surabaya untuk menemani Andik menjalani tes MRI di National Hospital.
Nah, kemarin Syarif kembali ke Jakarta untuk melaporkan kondisi terakhir winger 25 tahun itu ke PSSI. Syarif tidak sendiri. Dia ditemani fisioterapis Asep Aziz. Asep pula yang memberikan materi terapi kepada Andik selama ini.
’’Tindak penyembuhan harus dilakukan di negara sendiri (Indonesia) untuk kemudian di Malaysia saat Andik kembali ke klubnya. Sebab, saya sangsi mereka (Selangor FA) bisa memberi saran pengobatan yang terbaik bila tidak dimulai di sini,’’ jelasnya.
Pernyataan Syarif diamini Asep. Menurut dia, Andik menunjukkan perkembangan yang bagus. ’’Dia (Andik) merasa kuat dan stabil. Mental seperti itu yang penting,’’ ungkap Asep. Bahkan, tutur Asep, Andik tidak memerlukan bantuan knee brace untuk membuat lutut kirinya berfungsi optimal.
’’Meski begitu, saya tetap memprogramnya terapi. Besok (hari ini, Red) Andik saya beri materi untuk renang sekaligus refreshing biar tidak jenuh,’’ timpalnya. (io/c20/bas)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
