Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Maret 2017 | 00.38 WIB

Harapan Eks Timnas Indonesia Jelang Sembuh dari Cedera ACL

Syahrizal Syahbuddin berangsur membaik dari cedera Anterior Cruciate Ligament. - Image

Syahrizal Syahbuddin berangsur membaik dari cedera Anterior Cruciate Ligament.

JawaPos.com - Pesepak bola kelahiran Bireun 23 tahun silam, Syahrizal Syahbuddin, tidak asing bagi masyarakat Aceh. Apalagi, di usia mudanya, alumnus Paraguay ini sudah keluar-masuk Timnas Indonesia sebagai pengawal sektor pertahanan. Terakhir tampil, Syahrizal memperkuat Mitra Kukar di Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.


Karier Syahrizal di Mitra Kukar beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Cedera membuatnya harus istirahat lebih cepat dari turnamen yang saat itu baru dimulai. Dia dibekap cedera lutut Anterior Cruciate Ligament (ACL) total saat latihan bersama klubnya Mitra Kukar jelang pertandingan melawan PSM pertengahan tahun lalu.


Syahrizal memulai karier sepak bola juniornya pada 2008, bersama 29 rekannya yang dikirim belajar pemerintah Aceh ke Paraguay, dengan bergabung di klub Escuela Empoli. Pada 2011, dia memulai karier seniornya bersama klub Sportivo Trinidense. Hingga kembali ke Aceh, dia memperkuat PSSB Bireun di Divisi Utama. Pada tahun 2013, pemain Pra PON Aceh 2015 ini mulai bermain di klub Persija Jakarta.


Dua musim di Persija, Syahrizal menorehkan 2.231 menit bermain dari 33 pertandingan yang dijalaninya. Jumlah tersebut terbilang sangat banyak untuk ukuran pemain yang usianya masih muda ini. Namun, jika menilik kemampuannya, sangatlah wajar Syahrizal mendapat banyak kesempatan bermain. Saat kontraknya bersama Persija tak diperpanjang pun dengan cepat mendapat pinangan dari Mitra Kukar.


"Saya lagi di Bireun sekarang, alhamdulillah pemulihan dan pemantapan kondisi fisik sudah membaik. Sekarang sudah mulai masuk ke tahap adaptasi dengan bola," kata Syahrizal yang sedang pulang kampung menceritakan keadaannya saat ini.


Selama berada di kampung halaman, Syahrizal mengaku terus berlatih dengan bantuan program latihan dari pelatih muda Aceh, Ihsan di Stadion Krueng Mane. Pemain Timnas SEA Games 2013 ini pun memasang target bisa kembali ke lapangan hijau secepatnya, paling lambat satu bulan lagi.


"Mudah-mudahan Allah memudahkan dan semuanya berjalan sesuai target. Kita manusia tugasnya berdoa dan berusaha, rindu sekali mau cepat kembali bermain," bilangnya.


Padahal, 2016 lalu, nama Syahrizal masuk dalam salah satu dari 47 nama pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan. Sebagai ajang seleksi pemain timnas untuk berangkat ke turnamen sepak bola antar negara ASEAN, Piala AFF 2016. Namun cedera menghalanginya.


Seiring masa penyembuhan, dirinya juga menitipkan harapan untuk masa depan dunia sepak bola Aceh. "Mudah-mudahan Aceh punya tim yang bisa berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Juga pemerintah bisa lebih memperhatikan dan membantu kemajuan sepak bola Aceh," harapnya.


Menurut Syahrizal, Aceh memiliki segalanya dalam hal sepak bola. Termasuk basis suporter yang luar biasa, bakat-bakat daerah yang cukup dan stadion yang layak juga ada. "Semua orang ingin berbuat sesuatu untuk tanah kelahirannya. Termasuk kami pemain bola, pasti kami semua ingin berbuat dan ikut andil dalam kemajuan sepak bola Aceh," tandasnya. (rif/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore