Thierry Henry menilai Arsenal memiliki pertahanan terbaik di Liga Champions, tetapi kurang tajam dalam menciptakan peluang. Hal itu bisa menjadi masalah besar di fase akhir turnamen. (Instagram/@arsenal)
JawaPos.com - Arsenal pulang dari markas Sporting Club dengan kemenangan penting di Liga Champions berkat gol telat Kai Havertz. Hasil tersebut terasa semakin spesial karena Sporting dikenal punya rekor kandang yang sangat kuat di kompetisi Eropa.
The Gunners memang menunjukkan mentalitas dan ketahanan yang luar biasa untuk mencuri kemenangan di laga sulit seperti ini. Mereka mungkin tidak tampil terlalu dominan, tetapi tim asuhan Mikel Arteta sekali lagi membuktikan bahwa mereka tahu cara mendapatkan hasil ketika dibutuhkan.
Kemenangan ini juga semakin memperkuat status Arsenal sebagai salah satu kandidat serius untuk melangkah jauh di Liga Champions musim ini. Namun, di balik hasil positif tersebut, ada satu masalah yang dianggap bisa menjadi batu sandungan besar.
Thierry Henry melihat Arsenal masih memiliki kelemahan yang bisa menyulitkan mereka ketika berhadapan dengan lawan-lawan yang lebih kuat di fase berikutnya.
Baca Juga:Kemenangan Arsenal Bukan Keberuntungan! Declan Rice Pamer Rahasia Jadi Pemain Terbaik Tahun Ini
Melansir Just Arsenal, menurut legenda Arsenal itu, kekuatan terbesar tim saat ini ada pada pertahanan mereka. Arsenal dinilai sangat solid, sulit ditembus, dan punya kemampuan luar biasa dalam memanfaatkan bola mati.
“Kita sudah tahu kekuatan terbesar mereka, mereka kuat sebagai tim dan sangat solid. Bagi saya, mereka adalah tim paling solid di Liga Champions. Kita juga tahu tentang bola mati – orang-orang mengeluh tentang itu, tetapi itu adalah bagian dari permainan dan keuntungan besar bagi Arsenal karena mereka cukup bagus dalam hal itu.”
Namun, Henry merasa Arsenal masih punya masalah besar dalam menciptakan peluang dari permainan terbuka. Ia khawatir tim akan kesulitan jika pertahanan mereka tidak berada dalam performa terbaik.
“Tetapi jika pertahanan tidak berfungsi, saya rasa kita terkadang tidak menciptakan cukup peluang untuk dapat membahayakan tim lawan dan itu mungkin menjadi masalah.”
Komentar Henry cukup masuk akal. Arsenal memang sering terlihat sangat nyaman saat mengandalkan situasi bola mati atau transisi cepat, tetapi dalam beberapa pertandingan besar mereka terkadang kesulitan membongkar pertahanan lawan lewat kombinasi serangan biasa.
Masalah ini jelas menjadi pekerjaan rumah bagi Mikel Arteta dan staf pelatihnya. Semakin jauh Arsenal melangkah di Liga Champions, lawan yang dihadapi akan semakin sulit dan semakin disiplin dalam bertahan.
Jika ingin benar-benar menjadi juara, Arsenal tidak bisa hanya mengandalkan pertahanan solid dan bola mati. Mereka juga harus lebih kreatif dalam menciptakan peluang, terutama saat menghadapi tim-tim yang mampu mengontrol permainan dan memaksa mereka keluar dari zona nyaman.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
