
Pep Guardiola bersama dengan Erling Haaland. (Visionhaus)
JawaPos.com - Pelatih Pep Guardiola memberikan pembelaan kepada striker andalannya, Erling Haaland, yang tengah mengalami penurunan ketajaman dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut Guardiola, peran sebagai penyerang tengah merupakan posisi paling sulit dalam sepak bola modern.
Penurunan performa Haaland kembali terlihat ketika Manchester City bermain imbang 1-1 melawan West Ham United dalam lanjutan Premier League.
Baca Juga:Lupakan Soal Penalti Erling Haaland, Bernardo Silva Ingin Manchester City Fokus ke Performanya
Dalam pertandingan tersebut, Haaland gagal mencetak gol meski sempat mendapatkan beberapa peluang.
Padahal, striker asal Norwegia itu sebelumnya tampil sangat tajam di paruh pertama musim. Dari 17 pertandingan awal liga, Haaland mampu mengemas 19 gol dan sempat memimpin jauh daftar pencetak gol terbanyak.
Namun, memasuki 2026, produktivitasnya menurun cukup drastis. Dalam 12 pertandingan liga terakhir, Haaland hanya mampu mencetak tiga gol.
Meski begitu, ia masih berada di posisi teratas dalam persaingan top skor musim ini. Guardiola menilai penurunan tersebut bukan karena kualitas Haaland menurun, melainkan karena perhatian besar dari para pemain lawan yang terus berusaha menghentikannya.
“Coba lihat berapa banyak bek yang menjaganya di pertandingan tadi,” kata Guardiola. “Kadang rasanya seperti semua pemain bertahan fokus kepadanya. Itulah sebabnya saya selalu mengatakan bahwa striker tengah adalah posisi paling sulit di dunia.” dikutip dari bbc.com.
Strategi lawan memang semakin spesifik untuk meredam Haaland. Saat menghadapi Man City, West Ham bahkan menggunakan tiga bek tengah dan menambah gelandang bertahan untuk memperketat penjagaan di area kotak penalti.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
