
Pelatih Tottenham Hotspur Igor Tudor. (Dok. Tottenham Hotspur)
JawaPos.com–Pelatih Igor Tudor menjadi sorotan usai laga antara Liverpool FC melawan Tottenham Hotspur yang berakhir imbang 1-1 di Anfield. Bukan karena hasil pertandingan, tetapi momen ketegangan saat wawancara pascalaga dengan reporter Sky Sports.
Tottenham Hotspur mencuri satu poin saat lawan Liverpool berkat gol dramatis dari Richarlison di menit-menit akhir pertandingan. Gol tersebut memberi harapan baru bagi skuad Igor Tudor yang sedang berjuang menjauh dari ancaman degradasi di liga Inggris.
Hasil lawan Liverpool ini juga menjadi momentum penting bagi pelatih Tottenham Hotspur Igor Tudor. Sejak ditunjuk menggantikan Thomas Frank hingga akhir musim, pelatih asal Kroasia itu sebelumnya harus menerima empat kekalahan beruntun di awal masa kepemimpinannya.
Namun suasana berubah tegang saat Tudor menjalani wawancara setelah pertandingan. Reporter Sky Sports Patrick Davison menanyakan apakah hasil imbang tersebut bisa memberikan harapan bagi para pendukung Tottenham bahwa tim mereka mampu bertahan di Premier League musim ini. Pertanyaan itu membuat Tudor kurang nyaman. Dia langsung merespons dengan nada yang terdengar kesal.
”Sudah cukup dengan hal seperti ini. Saya selalu mengatakan apa yang saya pikirkan,” ujar Tudor dikutip thesun.co.uk.
Davison kemudian mencoba menjelaskan bahwa pertanyaan tersebut relevan karena banyak penggemar Tottenham di seluruh dunia ingin mengetahui arah masa depan klub. Termasuk peluang mereka bertahan di liga dan situasi kepelatihan.
Namun Tudor menegaskan bahwa topik tersebut bukan sesuatu yang perlu dia jawab.
”Itu bukan pertanyaan untuk saya. Saya pelatih. Tanyakan saja soal pemain atau cara kami bermain,” tandas Igor Tudor.
Percakapan pun sempat berlangsung cukup tegang. Davison mencoba mengaitkan pertanyaan tersebut dengan komentar Tudor sebelumnya mengenai pentingnya memberi harapan kepada suporter. Namun Tudor langsung membantah.
”Saya tidak mengatakan itu,” tegas Igor Tudor.
Ketika reporter kembali mencoba melanjutkan wawancara, Tudor terlihat semakin tidak sabar. Dia mempertanyakan maksud dari pertanyaan yang terus diarahkan kepadanya.
”Apa maksud pertanyaan seperti ini? Apa yang harus saya katakan sekarang?” ucap dia.
