John Terry saat melatih Aston Villa. (AP Photo)
JawaPos.com – Kapten legendaris Chelsea, John Terry, mengungkapkan kegagalannya melatih tim senior di Stamford Bridge, tepatnya ketika The Blues mencari pengganti sementara setelah pemecatan Enzo Maresca dan pengangkatan Liam Rosenior.
Terry telah menjadi bagian dari akademi tim asal London barat ini sejak musim panas 2023 setelah sebelumnya menjabat sebagai asisten manajer Dean Smith di Leicester City dan Aston Villa.
Bek tengah legendaris yang telah pensiun ini enggan membicarakan ambisi manajerialnya sendiri, tetapi baru-baru ini mengungkapkan rasa "frustrasi" karena kehilangan kesempatan untuk mengambil alih kepemimpinan ruang ganti klub masa kecilnya, bahkan secara sementara.
Chelsea kemudian menunjuk pelatih Chelsea U-21, Calum McFarlane, setelah kepergian Maresca pada pergantian tahun. Ia membawa beberapa anggota staf pelatih dari tim muda bersamanya. Dan, Terry tampak absen dari rombongan.
“Bagi saya, berada di gedung dan menjadi bagian dari kelompok U-21 (Chelsea) baru-baru ini ketika mereka membawa pertandingan (melawan) Man City, saya tidak diikutsertakan dalam kelompok itu,” kata Terry kepada Jimmy Bullard dalam sebuah episode di Gold Life.
“Saya (sebenarnya) tidak merasa kesal, tetapi mungkin lebih frustrasi karena saya jelas merupakan bagian dari kelompok U-21 yang pergi ke sana (namun saya tidak diikutserakan McFarlane).
“Jadi, meskipun saya tidak (ikut menjadi staf pelatih) membawa tim (utama) dan Calum yang membawa tim, bermain sangat baik dan mendapatkan hasil dari pertandingan (yang memuaskan). (Tetapi) saya merasa seharusnya saya menjadi bagian dari itu.”
Pengalaman pertama McFarlane sebagai manajer senior terjadi saat melawan Manchester City yang dipimpin Pep Guardiola, seorang pelatih dengan 12 gelar liga utama dan lebih dari 450 kemenangan di level tersebut dalam rekam jejaknya.
Namun, begitulah nasib yang tak menentu dari permainan indah ini, McFarlane dan Guardiola sama-sama imbang dalam pertemuan adu taktik untuk pertama kali setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 pada (5/1).
“Saya merasa baik, merasa tenang. Sekarang, dengar, orang-orang harus membuat keputusan,” kata pria berusia 40 tahun itu setelah pertandingan.
Terry memang mencoba untuk bersikap serupa setelah meluapkan kekecewaannya.
“Saya suka ketika orang-orang membuat keputusan dan berkata: ‘Ya atau tidak.’ Jelas, pemilik, direktur olahraga, siapa pun yang membuat keputusan itu, berkata, ‘Tidak,’ untuk tidak memasukkan saya karena alasan apa pun. Sayangnya, saya tidak tahu,” pungkas sang legenda.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
