
Tribun penonton dalam laga Maroko vs Mali di Stadion Prince Moulay Abdellah. (@dstevens/X)
JawaPos.com - Kekecewaan suporter Maroko mencuat dalam laga fase grup Piala Afrika antara Maroko melawan Mali yang digelar di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Jumat (27/12).
Tiket di stadion berkapasitas hampir 70 ribu penonton itu tercatat terjual habis atau sold out, tetapi banyak kursi terlihat kosong saat pertandingan berlangsung.
Maroko dan Aljazair menjadi dua negara yang tiket pertandingan fase grupnya terjual habis. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik.
Data resmi yang dilansir dari AP News menyebutkan kehadiran penonton pada laga Maroko vs Mali mencapai 63.844 orang, angka yang bahkan lebih tinggi dibanding laga pembukaan turnamen di stadion yang sama.
Meskipun demikian, sejumlah tribun tetap tampak kosong sehingga memicu kekecewaan para suporter yang gagal mendapatkan tiket.
Sejumlah suporter mengaku gagal mendapatkan tiket melalui jalur resmi. Salah satu pendukung Maroko bernama Amin Mazraoui mengatakan dirinya sudah mencoba mengakses situs penjualan sejak awal, tetapi tiket langsung habis.
Keluhan serupa disampaikan suporter lain bernama Hicham yang akhirnya memilih menonton dari rumah.
Penyebab utama kondisi ini diduga kuat berasal dari praktik calo tiket. Para calo disebut membeli tiket dalam jumlah besar menggunakan banyak perangkat sekaligus, lalu menjualnya kembali dengan harga fantastis.
Tiket seharga 50 euro (sekitar Rp 986 ribu) dilaporkan dijual ulang hingga 500 euro (sekitar Rp 9 juta).
“Ada orang-orang yang terhubung dengan 10 komputer, mungkin 15 komputer yang terhubung secara bersamaan dan membeli banyak tempat, jadi karena merekalah kami tidak berhasil mendapatkan tempat duduk,” kata Mazraoui kepada AP News (27/12).
Meskipun demikian, sistem keamanan stadion sebenarnya mewajibkan semua penonton menggunakan aplikasi identitas lokal bernama Yalla. Aturan ini diyakini menyulitkan perpindahan kepemilikan tiket tetapi pada praktiknya belum sepenuhnya menekan praktik calo.
Fenomena serupa juga terjadi pada laga Aljazair melawan Sudan. Meski tiket stadion berkapasitas 22 ribu penonton itu terjual habis, jumlah kehadiran hanya mencapai 16.115 orang.
Di beberapa stadion lain, hujan deras turut menurunkan jumlah penonton. Sementara itu, CAF selaku penyelenggara belum memberikan tanggapan resmi atas situasi ini.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
