
Ruben Amorim Soroti Gol Mudah saat Manchester United Tumbang Dramatis di Derby Kontra Manchester City (Dok. Manchester United)
JawaPos.com- Manchester United kembali jadi sorotan setelah start buruk di Premier League musim ini. Kekalahan telak 0-3 dari rival sekota Manchester City menempatkan Setan Merah di peringkat ke-14 klasemen setelah empat laga catatan terburuk sejak musim 1992/93.
Meski begitu, manajemen United masih bertahan dengan Ruben Amorim di kursi pelatih kepala.
Keputusan ini membuat banyak pihak di internal klub terkejut.
"Bagaimana bisa dia tidak berada di bawah tekanan lebih besar?," ujar salah satu eksekutif klub dengan nada heran, seperti dikutip TEAMtalk.
Amorim datang dengan membawa sistem 3-4-2-1 yang membawanya sukses di Sporting CP. Namun, skema tersebut justru dianggap kaku dan tidak cocok dengan ritme Premier League. Lini pertahanan tampak rapuh, serangan berjalan tidak padu, dan pemain kreatif seperti Bruno Fernandes sering kali dipaksa bermain di luar posisi idealnya.
Puncak kekecewaan datang setelah United tersingkir dari Carabao Cup lewat adu penalti melawan Grimsby Town, klub kasta keempat. Itu adalah kekalahan pertama MU dari tim level tersebut, sebuah aib yang menambah tekanan di pundak Amorim.
Meski para pemain masih menghargai karisma Amorim, tanda-tanda ketidakpuasan mulai terlihat. Beberapa pemain mempertanyakan sikap Amorim yang enggan mengubah strategi di tengah pertandingan.
"Mereka mendukung semangatnya, tapi frustrasi karena kurangnya penyesuaian saat laga berlangsung," ungkap salah satu sumber internal.
Dua rekrutan besar musim panas, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, sejauh ini juga belum mampu mengangkat performa tim senilai GBP 200 juta itu.
Amorim sendiri tidak menutup-nutupi situasi sulit yang ia hadapi. Seusai derby, ia berkata blak-blakan.
"Saya mengerti dan menerima ini bukan rekor yang pantas untuk Manchester United. Banyak hal yang terjadi, tapi saya tidak akan mengubah filosofi saya. Jika saya tidak berubah, maka klub yang harus mengganti orangnya," ungkapnya.
Setelah kekalahan memalukan dari Grimsby, pelatih asal Portugal itu bahkan mengaku berada di persimpangan jalan.
"Kadang saya ingin berhenti, kadang saya ingin bertahan di sini 20 tahun. Kadang saya mencintai momen bersama pemain, kadang saya tidak ingin bersama mereka. Saya harus memperbaikinya, ini akan sangat sulit," tambahnya.
Meski tekanan dari fans kian besar, biaya pemecatan Amorim menjadi pertimbangan utama. MU harus membayar kompensasi tinggi setelah sebelumnya mengeluarkan lebih dari GBP 11 juta untuk menebusnya dari Sporting. CEO Omar Berrada, yang disebut sangat berperan dalam perekrutannya, kini mulai diragukan keputusannya.
Laporan terbaru menyebut, United mulai mempertimbangkan opsi mendatangkan salah satu manajer top Premier League jika situasi tak kunjung membaik. Dengan laga sulit melawan Chelsea dan Liverpool di depan mata, posisi Amorim bisa makin terjepit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
