
Total football Johan Cruyff selalu dikenang sebagai masa-masa indah sepak bola sebagai karya seni bernilai tinggi. (Dok. Instagram @onsoranje)
JawaPos.com - Washington tidak hanya menjadi pusat politik Amerika Serikat, tetapi juga pernah menjadi tuan rumah bagi sejumlah nama besar dalam sejarah sepak bola dunia. Sejak era North American Soccer League (NASL) di akhir 1970-an hingga lahirnya Major League Soccer (MLS) di pertengahan 1990-an, ibu kota ini menjadi panggung bagi pemain dengan reputasi internasional.
Washington Diplomats, yang berkiprah di NASL, sempat menghadirkan bintang Eropa untuk memperkenalkan permainan indah ini ke publik Amerika. Sementara itu, D.C. United sebagai salah satu klub pendiri MLS, menghadirkan generasi baru ikon sepak bola yang mengangkat nama liga domestik ke tingkat global.
Dilansir melalui laman FIFA, dari Belanda hingga Inggris, dari pelatih legendaris hingga bek tangguh, nama-nama ini meninggalkan jejak penting dalam perjalanan sepak bola di ibu kota.
1. Guus Hiddink – Washington Diplomats (1978)
Sebelum dikenal sebagai salah satu manajer top dunia, Guus Hiddink adalah seorang gelandang yang sebagian besar berkarier di Belanda. Pada akhir 70-an, ia pindah ke North American Soccer League (NASL) dan bermain untuk Washington Diplomats.
Selama 13 pertandingan, Hiddink menunjukkan performa gemilang dengan mencetak empat gol dan lima assist. Karier kepelatihannya dimulai setelah itu, di mana ia sukses besar bersama PSV Eindhoven, serta tim nasional Belanda, Korea Selatan, Australia, dan Rusia.
2. Wim Jansen – Washington Diplomats (1980)
Wim Jansen adalah gelandang bertahan andalan Feyenoord dan timnas Belanda. Ia berhasil memenangkan Piala Eropa 1970 dan mencapai final Piala Dunia 1974 dan 1978. Menjelang pensiun, ia bergabung dengan rekannya, Johan Cruyff, di Washington Diplomats.
Meskipun Cruyff lebih banyak menjadi sorotan, Jansen bermain dalam 27 pertandingan dan membantu tim mencapai babak playoff. Setelah kembali ke Belanda, ia memenangkan gelar liga bersama Ajax dan kemudian menjadi pelatih sukses, termasuk saat membawa Celtic meraih gelar juara liga pertama mereka dalam satu dekade.
3. Johan Cruyff – Washington Diplomats (1980/1981)
Setelah sempat pensiun, sang maestro Belanda ini dibujuk untuk bermain di NASL. Cruyff awalnya bermain untuk LA Aztecs di bawah pelatih Rinus Michels, pencetus Total Football. Ia dinobatkan sebagai Most Valuable Player pada tahun 1979 sebelum pindah ke Diplomats.
Di sana, ia membantu tim mencapai playoff meskipun sempat frustrasi dengan taktik pelatih. Ia sempat kembali sebentar ke klub tersebut pada tahun 1981 setelah menyelesaikan musimnya di Spanyol.
4. Eddie Pope – D.C. United (1996–2002)
Eddie Pope dikenal sebagai salah satu pemain terbaik DC United. Bek ini membantu tim meraih tiga gelar MLS Cup dan menjuarai Concacaf Champions League 1998.
Ia juga terkenal karena gol-gol pentingnya, termasuk gol kemenangan di final MLS Cup perdana pada tahun 1996. Selama 11 tahun berkarier di timnas AS, ia tampil 82 kali dan menjadi bagian dari skuad Piala Dunia 1998, 2002, dan 2006. Saat ini, ia menjabat sebagai direktur olahraga untuk Carolina Core FC.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
