
Genarro Di Tommaso saat di tribune penonton. (Instagram)
JawaPos.com - Final Coppa Italia musim 2013/2014 antara Napoli dan Fiorentina di Stadion Olimpico, Roma, Minggu (4/5/2014), bukan hanya meninggalkan cerita soal kemenangan.
Laga yang seharusnya jadi ajang pesta sepak bola Italia itu terpaksa harus di tunda selama 45 menit. Penyebabnya bukan faktor teknis, melainkan gara-gara keputusan seorang pria bernama Gennaro Di Tommaso.
Pria berjuluk “The Crops” ini adalah sosok sentral di tribun suporter Napoli. Sebagai pemimpin ultras, suaranya begitu berpengaruh bagi ribuan pendukung Partenopei. Malam itu, pertandingan baru bisa dimulai setelah dirinya memberikan persetujuan.
Napoli tampil menghadapi Fiorentina di partai final dengan ambisi besar meraih trofi. Namun, sebelum kick off, kabar tragis beredar.
Seorang suporter Napoli dikabarkan meninggal akibat insiden kekerasan di luar stadion. Berita begitu cepat menyebar ke tribun, membuat suasana pertandingan berubah menjadi panas dan tegang.
Di Tommaso yang memimpin kelompok ultras bereaksi keras. Ia menolak pertandingan dimulai sebagai bentuk protes dan penghormatan kepada rekannya yang menjadi korban.
Kondisi ini membuat ofisial pertandingan, perwakilan klub, hingga pihak keamanan turun tangan untuk melakukan negosiasi.
Situasi semakin pelik karena ribuan fans Napoli menunggu keputusan dari sang pemimpin ultras. Para pejabat klub hingga pemerintah mencoba menenangkan, namun negosiasi itu berjalan alot. Hingga akhirnya, kapten Napoli saat itu, Marek Hamsik, turun tangan.
Hamsik mendatangi Di Tommaso di tribun untuk berbicara langsung. Dialog keduanya berlangsung singkat, namun penuh ketegangan. Setelah beberapa menit, Di Tommaso akhirnya memberi isyarat bahwa pertandingan boleh dilanjutkan.
Keputusan itu disambut lega banyak pihak. Pertandingan pun dimulai dengan keterlambatan sekitar 45 menit.
Meski atmosfer sempat tegang, laga berjalan seru. Napoli berhasil mengalahkan Fiorentina dengan skor 3-1. Dua gol dicetak Lorenzo Insigne dan 1 gol dari Dries Mertens. Fiorentina hanya mampu membalas lewat Juan Manuel Vargas.
Kemenangan itu menjadi salah satu momen manis bagi Napoli, meski diwarnai insiden yang cukup dramatis.
Seusai pertandingan, Di Tommaso menyampaikan rasa terima kasih kepada presiden liga, para pemain, serta semua pihak yang menghormati situasi sulit tersebut.
Bagi banyak pendukung Napoli, Gennaro Di Tommaso dianggap sebagai figur penting. Julukan “The Crops” bukan hanya soal keberanian, tetapi juga karismanya dalam mengendalikan ribuan orang di tribun.
Malam final Coppa Italia 2014 membuktikan betapa besar pengaruhnya, bahkan hingga membuat sebuah pertandingan sebesar itu harus menunggu keputusannya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
