Pelatih Manchester United, Ruben Amorim. (X @FabrizioRomano)
JawaPos.com - Manchester United mengalami kekalahan tipis 0-1 dari Arsenal dalam laga Premier League di Old Trafford pada Minggu (17/8). Gol tunggal dicetak oleh Riccardo Calafiori setelah Altay Bayindir gagal mengantisipasi bola dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Declan Rice. Insiden ini menjadi sorotan karena Bayindir terlihat kesulitan menghadapi tekanan di area kotak penalti.
Manajer Manchester United, Ruben Amorim, memberikan pembelaan kepada Bayindir. Menurutnya, kiper asal Turki itu mendapat gangguan dari bek Arsenal, William Saliba, saat mencoba menjangkau bola. Amorim menegaskan bahwa situasi tersebut sah dalam aturan permainan, namun ia tetap menyoroti pentingnya kiper memaksimalkan peran dengan tangan dalam menghadapi bola-bola mati.
"Jika Anda melihat bola, (pemain lawan) diizinkan melakukan banyak hal di tendangan sudut. Kami harus melakukan hal yang sama. Tetapi, ketika Anda menyentuh dengan cara itu (menghalangi), kiper harus bisa menggunakan tangannya untuk menangkap bola, bukan mendorong pemain (keluar dari jalan). Dia memilih untuk mendorong pemain dan membiarkan bola lewat. Tapi, sekali lagi, itu aturannya. Jika diizinkan, kami harus melakukan hal yang sama," ujar Amorim dikutip melalui laman The Guardian, Senin (18/8).
Amorim juga menyatakan keyakinannya terhadap seluruh penjaga gawang yang dimiliki Manchester United. Selain Bayindir, ada nama Andre Onana dan Tom Heaton yang juga menjadi bagian dari skuad. Amorim menambahkan bahwa Onana belum sepenuhnya bugar usai cedera sehingga keputusannya menurunkan Bayindir bukan karena menyingkirkan Onana dari rencana tim.
"Tidak, saya tidak mencoret Onana dari skuad. Saya tidak mencoret salah satu dari dua kiper lainnya dari skuad (Bayindir, Heaton). Jadi ini bukan kasus mencoret Onana. Ini bukan masalah tidak memasukkan Andre Onana hanya dalam satu minggu tanpa melihat pertandingan, tanpa waktu, tanpa latihan," tambahnya dikutip melalui laman The Guardian.
Dalam kesempatan yang sama, Amorim mengingatkan kembali momen penting Bayindir pada musim sebelumnya. Kiper berusia 27 tahun itu menjadi pahlawan saat Manchester United menghadapi Arsenal di Piala FA, dengan menepis tendangan penalti Kai Havertz. Amorim menilai pengalaman tersebut tetap menjadi bagian penting dari kontribusi Bayindir bagi klub.
Selain membicarakan performa kiper, Amorim juga menilai timnya tampil dominan di beberapa fase pertandingan. Ia menekankan bahwa Manchester United mampu menekan Arsenal dengan agresif dan menciptakan peluang, meski hasil akhir tidak berpihak. Amorim menyebut hal ini sebagai tanda perkembangan positif bagi skuadnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
