
Carlo dan Davide Ancelotti saat di bangku cadangan Real Madrid. (IMAGO/ZUMA Press Wire)
JawaPos.com–Davide Ancelotti, asisten sekaligus putra mantan pelatih Real Madrid Carlo, memberikan ringkasan berbagai masalah Los Blancos gagal mempertahankan gelar selama musim 2024/2025.
Ancelotti memimpin Madrid sepanjang musim 2023/2024 dengan penuh kemenangan, mengangkat La Liga dan Liga Champions dalam satu musim yang sama, merupakan hal langkah. Sebelumnya, prestasi ini hanya pernah diraih dua kali untuk raksasa ibu kota Spanyol itu.
Meskipun mendatangkan Kylian Mbappé pada musim panas lalu, Madrid harus tersingkir dari perempat final Liga Champions dan finis di posisi kedua La Liga setelah Barcelona. Barca juga mengalahkan mereka di dua final domestik lainnya.
"Itu adalah musim yang sangat rumit," Davide Ancelotti merenung dalam sebuah wawancara dengan MARCA.
Asisten pelatih asal Italia ini juga mengaitkan komplikasi ini dengan masalah badai cedera yang menghantam skuad Los Blancos musim lalu.
Dani Carvajal dan Eder Militao sama-sama mengalami cedera ACL sebelum musim dingin tiba. David Alaba menghabiskan sebagian besar musim untuk mencoba pulih dari cedera lutut serius.
Daftar pemain yang mengalami beberapa masalah kebugaran jauh lebih pendek daripada beberapa pemain yang menghindari ruang perawatan. Sehingga beberapa pemain akademi ada yang promosi ke tim utama.
“Cedera Dani (Carvajal) sangat parah. Dia pemain kunci, di luar pertandingan, karena daya saingnya setiap latihan. Cedera Militao juga membuat kami kekurangan pemain di lini pertahanan,” buka Davide.
“Dan kemudian, seperti yang dikatakan ayah saya (Carlo Ancelotti) selama musim itu, kami tidak memiliki konsistensi yang memungkinkan kami berada di puncak bersaing bersama Barcelona, yang tampil sangat baik dan memiliki kelebihan,” imbuh dia.
Sementara Mbappé datang, bursa transfer musim panas 2024 menyaksikan pensiunnya Toni Kroos. Hal itu disebut Ancelotti sebagai faktor besar ketimpangan permainan Madrid musim lalu dari beberapa tahun sebelumnya.
"Kekosongan yang ditinggalkan (Toni) Kroos sama besarnya dengan posisi dan peran yang ditinggalkan Sergio Ramos, Cristiano (Ronaldo), atau Casemiro pada masa mereka beberapa tahun lalu," tegas Ancelotti Jr.
"Toni (Kroos) adalah pemain unik dalam sejarah Real Madrid dan dalam sejarah sepak bola. Saya akan mengatakan dia adalah pemain yang sangat sulit ditemukan," tambah dia.
“Pemain seperti dia atau (Luka) Modric sangat membantu karena mereka memberi contoh dan mengirim pesan yang sangat sulit disampaikan oleh staf pelatih," tutur dia.
“Kepergian Toni merupakan kehilangan yang besar, tetapi semua orang tahu bahwa ia akan pergi, dan sebagai gantinya telah hadir pemain terbaik di dunia dalam hal bakat. Tidak ada perasaan kesal tentang musim lalu, sungguh. Bagi saya, ini seperti film dan mimpi,” tandas Ancelotti Jr.
Banyak pengamat menunjuk pada perjuangan mengintegrasikan Mbappé musim lalu. Pemain Prancis yang produktif itu menikmati musim debut dengan memecahkan berbagai rekor klub sebelumnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
