Ultras PSG beri dukungan pada Palestina (Dok. UCL)
JawaPos.com – Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya meraih trofi Liga Champions pertama mereka. Namun, euforia kemenangan 5-0 atas Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Sabtu (31/5) malam, justru dilengkapi dengan aksi yang mencuri perhatian: dukungan terbuka Ultras PSG terhadap Palestina.
Di tribun selatan stadion, para suporter fanatik PSG membentangkan spanduk besar bertuliskan “Stop Genocide à Gaza”, menyuarakan solidaritas terhadap penderitaan rakyat Palestina di tengah sorotan dunia. Aksi itu langsung viral dan menuai reaksi luas dari publik, khususnya di media sosial.
“Juara UCL tapi masih mikirin Gaza. Respect banget,” tulis akun @futbolvoice.
“Gak takut UEFA tuh? Bisa kena denda loh,” sindir akun lain di kolom komentar.
Menang di Lapangan, Lantang di Tribun
PSG memang tampil luar biasa di Munich. Dengan komposisi pemain muda penuh tenaga dan determinasi, mereka tampil beringas sejak awal. Achraf Hakimi membuka skor, sebelum Desire Doue mencetak dua gol yang memantapkan keunggulan. Sisa gol disumbangkan Khvicha Kvaratskhelia dan remaja Senny Mayulu.
Namun, suasana luar lapangan juga tak kalah membekas. Saat kamera menyorot perayaan suporter, terlihat jelas bentangan spanduk putih besar bertuliskan dukungan untuk Gaza—sebuah pernyataan politik sekaligus kemanusiaan di panggung sepak bola tertinggi Eropa.
Strategi Enrique dan Era Baru PSG
Kemenangan PSG tak lepas dari tangan dingin Luis Enrique. Ia membongkar struktur tim bertabur bintang dan membangun ulang dari fondasi muda. Tak ada lagi Messi, Neymar, atau Mbappe. Yang ada adalah pemain-pemain muda haus kemenangan: Doue (19), Neves (20), Barcola (22), Zaire-Emery (19), dan Mayulu (19).
Kemenangan di Allianz Arena bukan sekadar hasil akhir, tapi juga simbol keberhasilan proyek jangka panjang PSG—mengandalkan darah segar dan kerja kolektif, bukan sekadar individualitas mahal.
Spanduk Gaza: Pesan di Tengah Sorak Sorai
Bentangan spanduk “Stop Genocide à Gaza” di tengah lautan merah-biru menjadi pemandangan tak biasa dalam final sekelas Liga Champions. Ultras PSG, yang dikenal vokal dalam berbagai isu sosial, menggunakan momen itu untuk menyuarakan solidaritas terhadap Palestina yang terus dilanda krisis kemanusiaan akibat konflik Israel.
Meski UEFA dikenal keras terhadap ekspresi politik di stadion, hingga kini belum ada tanggapan resmi soal aksi ini. Namun, netizen ramai memperdebatkan keberanian PSG Ultras.
“Di liga lain kayaknya langsung disanksi. Tapi ini PSG, udah sering dukung isu sosial,” tulis netizen.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
