Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 20.47 WIB

Profil DPMM FC, Klub Baru Ramadhan Sananta yang Ternyata Milik Pangeran Brunei, Sering Pindah Liga Malaysia-Singapura dan Pernah Juara!

DPMM FC pernah berkompetisi di tiga liga, yakni Brunei, Malaysia, dan Singapura. (Instagram officialdpmmfc) - Image

DPMM FC pernah berkompetisi di tiga liga, yakni Brunei, Malaysia, dan Singapura. (Instagram officialdpmmfc)

JawaPos.com - Penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta telah diumumkan akan bergabung dengan klub Brunei Darussalam, Duli Pengiran Muda Mahkota Football Club (DPMM FC). Tim baru Sananta ini ternyata unik karena dimiliki pangeran Brunei dan sering berpindah liga.

Keinginan Ramadhan Sananta untuk berkarier di luar negeri akhirnya segera terwujud. Dia telah dipastikan abroad dengan mencapai kata sepakat untuk menjadi pemain Brunei DPMM FC.

"Ramadhan Sananta setuju untuk menandatangani kontrak dengan DPMM FC. DPMM FC telah mengamankan pemain kuota ASEAN, karena Ramadhan Sananta telah setuju untuk bergabung dengan klub Brunei untuk musim 2025/2026," demikian pernyataan resmi klub.

Bergabungnya Sananta ke DPMM FC ini terbilang cepat dan minim rumor. Isu kepindahan sang bomber ke klub asal Brunei Darussalam tersebut baru tersiar dalam dua hari terakhir dan ternyata langsung diumumkan pada Senin (19/5) malam.

Tapi, klub baru Sananta ini masih terbilang asing di telinga banyak penggemar Timnas Indonesia. Bahkan ada yang memandang remeh DPMM FC karena asalnya dari Brunei Darussalam, yang tim nasional sepak bolanya selama ini dikenal kurang.

Namun sebenarnya DPMM FC bukan lah tim sembarangan. Mereka ternyata termasuk salah satu klub tersukses di Brunei Darussalam, tapi lebih sering pindah liga ke Malaysia maupun Singapura agar lebih bersaing.

Untuk lebih detailnya, berikut ringkasan profil DPMM FC, klub Brunei Darussalam.

Profil DPMM FC

Berdiri pada 1994, DPMM FC adalah tim yang bermarkas di Bandar Seri Begawan, Brunei, yang saat ini bermain di Liga Premier Singapura. Klub ibu kota negara ini juga dimiliki oleh Putra Mahkota Brunei, Pangeran Al-Muhtadee Billah.

Awalnya, DPMM FC dibentuk sebagai tim perguruan tinggi pada tahun 1994. Tapi enam tahun berselang mereka resmi beralih sebagai klub profesional setelah menjadi tim paling sukses dalam sepak bola tingkat perguruan tinggi di Brunei.

Kesuksesan DPMM FC di level perguruan tinggi berlanjut saat berkompetisi di Liga Brunei Darussalam pada awal 2000-an. Mereka langsung memenangkan Liga Premier Brunei pada tahun 2002 dan 2004 Piala FA Brunei pada tahun 2004, dan Piala Super Brunei pada tahun 2002 dan 2004.

Sukses di Malaysia membuat DPMM FC coba pindah ke Malaysia untuk mencari tangan baru. Tim yang bermarkas di Hassanal Bolkiah National Stadium itu memutuskan untuk tampil di Malaysia Premier League, yang merupakan kompetisi kasta kedua Malaysia pada 2005.

DPMM FC kemudian mendapatkan tiket promosi ke kompetisi teratas Malaysia Super League melalui babak play-off setelah menang agregat 2-1 atas Pahang. Mereka kemudian secara luar biasa langsung finis di posisi ke-3 pada musim pertama mereka di tingkat teratas Negeri Jiran musim 2006/2007.

Tapi pemerosotan prestasi terjadi di musim berikutnya. DPMM FC hanya finis di posisi ke-10 pada musim 2007/2008. Setelah itu mereka meninggalkan Malaysia karena pencabutan pendaftaran Asosiasi Sepak Bola Brunei.

DPMM FC kemudian melanjutkan petualangan ke Liga Singapura. Kebetulan sejak 2004  mereka sudah bertarung di Piala Singapura tiap tahunnya. Tapi pada 30 September 2009, Brunei Darussalam dibekukan oleh FIFA sehingga tak bisa bermain hingga 2012.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore