Manajer dan para pemain Burnley, salah satu tim anggota UEC merayakan dengan trofi runner-up English Football League Championship
JawaPos.com - Sebuah proposal mengejutkan datang dari Union of European Clubs (UEC), kelompok klub-klub kecil Eropa, yang ingin membagikan sebagian besar uang hadiah UEFA untuk klub-klub yang tak ikut kompetisi Eropa.
Dilansir dari Associated Press, UEC mengusulkan agar UEFA menyisihkan minimal 5% dari pendapatan siaran dan komersial Liga Champions dan turnamen lainnya untuk klub-klub yang telah membina para pemain bintang di masa muda mereka.
Untuk musim ini, pendapatan kotor dari Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi mencapai setidaknya 4,4 miliar euro. Artinya, jika 5% dialokasikan, jumlahnya bisa mencapai 220 juta euro.
UEC menegaskan bahwa hanya klub-klub yang tidak lolos ke fase liga dari ketiga kompetisi tersebut yang akan memenuhi syarat untuk mendapatkan pembagian dana ini.
"Pendekatan ini adalah cara pragmatis dan berbasis merit untuk mengembalikan keadilan dan keseimbangan dalam ekosistem sepak bola," ujar UEC yang kini memiliki lebih dari 140 anggota klub.
Mereka memperkirakan bahwa skema ini dapat menghasilkan sekitar 400.000 euro bagi masing-masing dari 400 klub Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
UEC juga menekankan bahwa "prinsip dasarnya sangat jelas — klub yang berinvestasi dalam pengembangan pemain seharusnya mendapatkan imbalan yang adil ketika para pemain tersebut berkontribusi pada kesuksesan kompetisi Eropa."
Namun, belum jelas apakah UEFA dan European Club Association (ECA), yang sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan, akan menerima usulan ini.
Pasalnya, ECA memiliki peran besar dalam keputusan bisnis dan olahraga di Liga Champions, dan proposal ini pada dasarnya akan mengalihkan dana dari anggotanya sendiri.
ECA yang diketuai oleh presiden Paris Saint-Germain, Nasser al-Khelaifi, saat ini merupakan satu-satunya badan yang diakui UEFA sebagai perwakilan resmi klub-klub Eropa.
Baik UEFA maupun ECA yang sama-sama bermarkas di Nyon, Swiss, belum memberikan tanggapan resmi mengenai proposal tersebut.
UEC sendiri dibentuk secara resmi pada 2023, sebagai bentuk protes terhadap ECA yang dianggap terlalu condong ke klub-klub besar dan kaya.
Sebelum Nasser, ECA pernah dipimpin oleh nama-nama besar seperti Karl-Heinz Rummenigge dari Bayern Munich dan Andrea Agnelli dari Juventus, yang sempat mencoba menggagas proyek Liga Super yang gagal total di 2021.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
