Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 05.24 WIB

UEC Tuntut 5 Persen Keuntungan Kompetisi UEFA untuk Klub-Klub Kecil: Upaya Keadilan di Sepak Bola Eropa

Manajer dan para pemain Burnley, salah satu tim anggota UEC merayakan dengan trofi runner-up English Football League Championship

JawaPos.com - Sebuah proposal mengejutkan datang dari Union of European Clubs (UEC), kelompok klub-klub kecil Eropa, yang ingin membagikan sebagian besar uang hadiah UEFA untuk klub-klub yang tak ikut kompetisi Eropa.

Dilansir dari Associated Press, UEC mengusulkan agar UEFA menyisihkan minimal 5% dari pendapatan siaran dan komersial Liga Champions dan turnamen lainnya untuk klub-klub yang telah membina para pemain bintang di masa muda mereka.

Untuk musim ini, pendapatan kotor dari Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi mencapai setidaknya 4,4 miliar euro. Artinya, jika 5% dialokasikan, jumlahnya bisa mencapai 220 juta euro.

UEC menegaskan bahwa hanya klub-klub yang tidak lolos ke fase liga dari ketiga kompetisi tersebut yang akan memenuhi syarat untuk mendapatkan pembagian dana ini.

"Pendekatan ini adalah cara pragmatis dan berbasis merit untuk mengembalikan keadilan dan keseimbangan dalam ekosistem sepak bola," ujar UEC yang kini memiliki lebih dari 140 anggota klub.

Mereka memperkirakan bahwa skema ini dapat menghasilkan sekitar 400.000 euro bagi masing-masing dari 400 klub Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

UEC juga menekankan bahwa "prinsip dasarnya sangat jelas — klub yang berinvestasi dalam pengembangan pemain seharusnya mendapatkan imbalan yang adil ketika para pemain tersebut berkontribusi pada kesuksesan kompetisi Eropa."

Namun, belum jelas apakah UEFA dan European Club Association (ECA), yang sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan, akan menerima usulan ini.

Pasalnya, ECA memiliki peran besar dalam keputusan bisnis dan olahraga di Liga Champions, dan proposal ini pada dasarnya akan mengalihkan dana dari anggotanya sendiri.

ECA yang diketuai oleh presiden Paris Saint-Germain, Nasser al-Khelaifi, saat ini merupakan satu-satunya badan yang diakui UEFA sebagai perwakilan resmi klub-klub Eropa.

Baik UEFA maupun ECA yang sama-sama bermarkas di Nyon, Swiss, belum memberikan tanggapan resmi mengenai proposal tersebut.

UEC sendiri dibentuk secara resmi pada 2023, sebagai bentuk protes terhadap ECA yang dianggap terlalu condong ke klub-klub besar dan kaya.

Sebelum Nasser, ECA pernah dipimpin oleh nama-nama besar seperti Karl-Heinz Rummenigge dari Bayern Munich dan Andrea Agnelli dari Juventus, yang sempat mencoba menggagas proyek Liga Super yang gagal total di 2021.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore