Wasit Michael Oliver saat memimpin laga Arsenal melawan Wolves. (Dok. PGMOL)
JawaPos.com - Badan wasit Liga Inggris (PGMOL) telah mengeluarkan sikap dengan mendukung Michael Oliver setelah merilis sebuah pernyataan bahwa polisi sedang menyelidiki pelecehan yang ditujukan kepada sang pengadil lapangan.
Oliver memimpin laga Arsenal melawan Wolves pada Minggu (26/1) dengan The Gunners meraih kemenangan tipis 1-0 lewat gol Riccardo Calafiori.
Namun, yang menjadi topik pembicaraan utama adalah pengusiran pemain muda Myles Lewis-Skelly yang kontroversial di babak pertama.
Sang pemain muda diusir keluar lapangan karena melakukan tindakan kasar setelah mencegah tuan rumah melakukan serangan balik di tepi kotak penalti mereka, dan keputusan untuk memberinya kartu merah mendapat banyak kritikan.
Dia akan absen dalam pertandingan Liga Premier melawan Manchester City dan Leicester City serta leg kedua semifinal Carabao Cup di Newcastle United, di mana Arsenal tertinggal 2-0 secara agregat.
Dan, komentar-komentar Arteta pasca pertandingan yang penuh kemarahan memicu gelombang kritik terhadap PGMOL dan Oliver, yang dianggap sebagai ofisial terkemuka di negara itu.
Namun, tampaknya respons terhadap insiden tersebut telah berubah menjadi lebih serius, dengan PGMOL memberikan dukungan penuh kepada Oliver sembari menjelaskan bahwa investigasi terhadap beberapa pernyataan telah dimulai.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di media sosial, PGMOL mengutuk pelecehan yang ditujukan kepada Oliver, dan menyatakan bahwa pihak berwenang telah mengetahui dan sedang menyelidiki ancaman yang ditujukan kepada wasit berusia 39 tahun itu.
"Kami terkejut dengan ancaman dan pelecehan yang ditujukan kepada Michael Oliver setelah pertandingan Wolverhampton Wanderers vs Arsenal," ucap PGMOL.
"Tidak ada ofisial yang boleh menjadi sasaran pelecehan dalam bentuk apa pun, apalagi serangan keji yang ditujukan kepada Michael dan keluarganya selama 24 jam terakhir."
"Pihak kepolisian telah mengetahui hal ini, dan sejumlah penyelidikan telah dimulai. Kami mendukung Michael, dan semua orang yang terkena dampaknya, dan bertekad untuk mengatasi perilaku yang tidak dapat diterima ini."
PGMOL diketahui mendukung keputusan Oliver untuk memberikan kartu merah kepada Lewis-Skelly. Perdebatan terjadi mengenai apakah tekel tersebut memenuhi kriteria pelanggaran berat, yang didefinisikan oleh Laws of the Game
"Tekel atau hantaman yang membahayakan keselamatan lawan atau menggunakan kekuatan atau kebrutalan yang berlebihan."
"Setiap pemain yang menerjang lawan dalam perebutan bola dari depan, dari samping atau dari belakang dengan menggunakan salah satu atau kedua kakinya, dengan kekuatan yang berlebihan atau membahayakan keselamatan lawan, dianggap melakukan pelanggaran serius."

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
