
Antonio Conte dan Marco Borriello saat sama-sama membela Juventus sebagai pelatih dan pemain. (fanpage.it)
JawaPos.com - Legenda Sepak Bola Italia, yang pernah bermain untuk Milan, Juventus, dan Roma, Marco Borriello buka-bukaan terkait pelatih terberat yang pernah bekerja dengannya.
Mantan striker yang pernah berseragam Timnas Italia itu telah memutuskan gantung sepatu pada Januari 2019 setelah menjalani masa akhir karirnya di Spanyol bersama UD Ibiza.
Borriello menyebut beberapa nama pelatih yang memiliki gaya latihan cukup keras, di antaranya Antonio Conte, Zdenek Zeman, dan Gian Piero Gasperini
Dikutip dari Football Italia, pengakuan tersebut diungkapkan oleh Borriello ketika dia berbincang dengan Christian Vieri dalam acara radio resmi Lega Serie A dan saluran YouTube.
“Tidak ada yang membuat saya berlari lebih dari Gasperini, Conte, dan Zeman. Bersama mereka dalam tiga tahun saya kehilangan enam tahun karir saya,” ujar Borriello.
Namun, dia menyebutkan bahwa Conte adalah pelatih yang paling kejam dalam karir sepak bolanya. Keduanya pernah sama-sama menghabiskan waktunya di Juventus selama enam bulan dari Januari hingga Juni 2012.
Baca Juga: Berikut Hasil Drawing Euro 2024, Spanyol, Italia, dan Kroasia Bersaing Ketat di Grup Neraka
“Dengan Conte saya muntah-muntah. Staf medis terus mengawasi kami, termasuk pelacak detak jantung kami,” ungkap Borriello.
“Begitu ketukannya mulai menurun, Anda akan diteriaki agar semakin intensif. Saya akhirnya mencapai 196 detak per menit. Pada dasarnya, upaya saya 99 persen, hampir terkena serangan jantung,” jelasnya.
Pria yang sempat bermain bersama West Ham itu, menyebutkan bukan hanya dirinya yang tidak senang dengan pola latihan Conte di Juventus.
“Fabio Quagliarella bahkan sampai mengocehkan kata-kata makian,” ucap Borriello.
“Conte adalah monster, tapi juga seorang maestro dalam menjalani pertandingan. Pada akhirnya, dia meningkatkan Anda sebagai pemain,” paparnya.
Meskipun terkesan mengeluh, Borriello memuji mantan pelatihnya itu karena saat itu mereka berhasil memenangkan Scudetto bagi Juventus.
“Tim akan bergerak seperti akordeon, kami merasa baik dan membuktikannya di lapangan. Tahun itu kami memenangkan Scudetto dan dia memenangkan lebih banyak di tempat lain,” pungkas Marco Borriello.
***

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
