Fung Permadi mantan tunggal putra Indonesia/Taiwan
JawaPos.com - Kita harus mengakui bahwa tunggal putra Indonesia saat ini sudah tidak lagi mendominasi dunia. Berbeda dengan ketika saya masih aktif bermain.
Di Indonesia saja waktu itu ada banyak sekali pemain tunggal putra yang berada di top level. Saat saya main, ada Alan Budikusuma, Ardy, B. Wiranata, Hariyanto Arbi, hingga Bambang Suprianto.
Bahkan, saya selalu menjadi nomor lima atau enam. Itu membuat saya kesulitan tampil dan bersaing di pelatnas. Sehingga saya harus mencari peluang dan mengambil kesempatan dengan hijrah ke Taiwan pada periode 1993–1994… hehehe…
Kini, persaingan lebih beragam. Kompetisi juga lebih sulit. Bukan hanya dari dalam negeri. Tapi juga dari negara-negara yang secara tradisi bagus seperti Tiongkok, Denmark, dan Malaysia. Negara lain seperti Jepang, India, dan lainnya juga terus berbenah.
Jadi, persaingan lebih merata. Saat ini memang pebulu tangkis Denmark Viktor Axelsen seperti tak tersentuh di tunggal putra. Dominan. Namun, ada catatan khusus bagi pebulu tangkis Indonesia yang harus diingat.
Apa itu? ’’The King’’ yang menguasai tunggal putra dalam beberapa tahun terakhir selalu beragam. Sebelumnya ada Lin Dan (Tiongkok), jagoan Malaysia Lee Chong Wei, juga Kento Momota dari Jepang. Namun, silih berganti, sang raja berganti.
Artinya, setiap pemain memiliki periodenya. Kita ketahui, periode Axelsen memang sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Sekarang, bagaimana menyikapi hal ini untuk tunggal putra Indonesia agar bisa kompetitif.
Pemain kita seperti Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, hingga Chico Aura Dwi Wardoyo secara level tidak jauh. Bahkan setara. Menurut saya, di level seperti ini yang paling dibutuhkan adalah meningkatkan kesabaran.
Tidak terburu-buru untuk menyelesaikan pertandingan ketika unggul. Tidak panik ketika tertinggal. Sabar. Kapan saatnya bisa mencuri start untuk melancarkan serangan. Kapan saatnya untuk menunggu dan bertahan. Sabar.
Sebab, mereka sudah berlatih sampai pada kemampuan puncak saat di latihan. Berbagai menu latihan sudah dilahap. Jadi, saat ini harus efektif dalam memikirkan pertandingan. Juga maintenance kondisi. Itu yang sangat penting diperhatikan.
Jika pemain seperti Ginting dan Jonatan bisa memperbaiki itu, saya rasa peluang kita untuk berbicara banyak di Olimpiade Paris 2024 bisa terealisasi. Karena kalau kita bicara sekarang, memang peluang masih fifty-fifty. Masih banyak segala kemungkinan terjadi di Race to Olympics hingga akhirnya di Olimpiade Paris 2024 nanti.
Fung Permadi
Mantan tunggal putra Indonesia/Taiwan

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
