Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Juli 2023 | 17.30 WIB

Ingat, The King Selalu Beragam

 

Fung Permadi mantan tunggal putra Indonesia/Taiwan

JawaPos.com - Kita harus mengakui bahwa tunggal putra Indonesia saat ini sudah tidak lagi mendominasi dunia. Berbeda dengan ketika saya masih aktif bermain.

Di Indonesia saja waktu itu ada banyak sekali pemain tunggal putra yang berada di top level. Saat saya main, ada Alan Budikusuma, Ardy, B. Wiranata, Hariyanto Arbi, hingga Bambang Suprianto.

Bahkan, saya selalu menjadi nomor lima atau enam. Itu membuat saya kesulitan tampil dan bersaing di pelatnas. Sehingga saya harus mencari peluang dan mengambil kesempatan dengan hijrah ke Taiwan pada periode 1993–1994… hehehe…

Kini, persaingan lebih beragam. Kompetisi juga lebih sulit. Bukan hanya dari dalam negeri. Tapi juga dari negara-negara yang secara tradisi bagus seperti Tiongkok, Denmark, dan Malaysia. Negara lain seperti Jepang, India, dan lainnya juga terus berbenah.

Jadi, persaingan lebih merata. Saat ini memang pebulu tangkis Denmark Viktor Axelsen seperti tak tersentuh di tunggal putra. Dominan. Namun, ada catatan khusus bagi pebulu tangkis Indonesia yang harus diingat.

Apa itu? ’’The King’’ yang menguasai tunggal putra dalam beberapa tahun terakhir selalu beragam. Sebelumnya ada Lin Dan (Tiongkok), jagoan Malaysia Lee Chong Wei, juga Kento Momota dari Jepang. Namun, silih berganti, sang raja berganti.

Artinya, setiap pemain memiliki periodenya. Kita ketahui, periode Axelsen memang sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Sekarang, bagaimana menyikapi hal ini untuk tunggal putra Indonesia agar bisa kompetitif.

Pemain kita seperti Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, hingga Chico Aura Dwi Wardoyo secara level tidak jauh. Bahkan setara. Menurut saya, di level seperti ini yang paling dibutuhkan adalah meningkatkan kesabaran.

Tidak terburu-buru untuk menyelesaikan pertandingan ketika unggul. Tidak panik ketika tertinggal. Sabar. Kapan saatnya bisa mencuri start untuk melancarkan serangan. Kapan saatnya untuk menunggu dan bertahan. Sabar.

Sebab, mereka sudah berlatih sampai pada kemampuan puncak saat di latihan. Berbagai menu latihan sudah dilahap. Jadi, saat ini harus efektif dalam memikirkan pertandingan. Juga maintenance kondisi. Itu yang sangat penting diperhatikan.

Jika pemain seperti Ginting dan Jonatan bisa memperbaiki itu, saya rasa peluang kita untuk berbicara banyak di Olimpiade Paris 2024 bisa terealisasi. Karena kalau kita bicara sekarang, memang peluang masih fifty-fifty. Masih banyak segala kemungkinan terjadi di Race to Olympics hingga akhirnya di Olimpiade Paris 2024 nanti.

Fung Permadi

Mantan tunggal putra Indonesia/Taiwan

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore