Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Maret 2026 | 19.12 WIB

Situasi Sepak Pojok di Premier League Makin Chaos, Perlukah Aturan Baru Diterapkan?

Suasana sepak pojok Liga Inggris. (Istimewa)

JawaPos.com - Situasi sepak pojok di Premier League musim ini bukan cuma soal taktik, tapi juga soal fisik. Dorong-dorongan, tarik-menarik, hingga aksi saling kunci di kotak enam yard kini jadi pemandangan yang hampir selalu hadir setiap kali bola ditempatkan di sudut lapangan.

Gol dari set-piece memang meningkat signifikan. Namun di balik efektivitas itu, muncul pertanyaan besar apakah pertandingan masih enak ditonton ketika pemain lebih sibuk bergulat dibanding mengejar bola?

Sorotan tajam muncul setelah laga antara Everton dan Manchester United. Dalam satu momen sepak pojok, nyaris seluruh pemain berkumpul di depan gawang. Bek dan penyerang saling tarik, bahkan kiper kesulitan bergerak karena dikepung lawan.

Mantan asisten wasit Premier League, Darren Cann, menilai situasi ini sudah di level yang menyulitkan perangkat pertandingan.

Menurutnya, ketika hingga 15-16 pemain menumpuk di kotak kecil, pengawasan jadi jauh lebih rumit.

Pendapat serupa datang dari manajer Everton, David Moyes dikutip dari bcc.com. Ia merasa wasit terlalu jarang mengambil tindakan tegas dalam duel fisik di sepak pojok.

Moyes menilai pembiaran tersebut membuat pemain semakin berani melakukan pelanggaran halus.

Tak bisa dimungkiri, taktik ini memang dirancang. Penyerang sengaja menutup ruang gerak kiper agar kehilangan momentum saat meloncat. Sementara bek lebih fokus menahan lari lawan daripada mengantisipasi arah bola.

Beberapa pihak bahkan menyebut Arsenal sebagai salah satu tim yang paling efektif memanfaatkan situasi ini.

Dalam laga kontra Chelsea, duel fisik di kotak penalti terjadi berulang kali sebelum bola benar-benar disundul.

Data musim ini menunjukkan Premier League menjadi liga dengan persentase gol set-piece tertinggi di antara lima liga top Eropa, mencapai sekitar 27 persen. Fakta ini mempertegas betapa pentingnya detail kecil dalam situasi bola mati.

Meski begitu, pihak liga merasa standar pelanggaran saat ini masih dalam batas wajar. Sejumlah penalti memang sudah diberikan akibat tarik-menarik di kotak terlarang, sebagian melalui bantuan VAR. Namun di mata suporter, masih banyak momen yang luput dari hukuman.

Lalu apa solusinya? Ada usulan agar wasit bisa langsung menghukum pelanggaran sejak peluit tanda siap ditendang dibunyikan, tanpa harus menunggu bola aktif.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore