Jose Mourinho percaya Benfica tak perlu keajaiban untuk mengalahkan Real Madrid di leg play-off Liga Champions. Duel panas di Estadio Da Luz dipastikan berlangsung sengit. (Instagram/@slbenfica)
JawaPos.com - Selasa (17/2) malam waktu setempat, lampu Estadio Da Luz kembali menyala untuk satu laga besar: Benfica vs Real Madrid. Atmosfernya? Sudah pasti panas. Taruhannya? Tiket ke babak berikutnya Liga Champions.
Pertemuan ini datang kurang dari sebulan sejak duel terakhir kedua tim di fase grup. Saat itu, Benfica racikan Jose Mourinho sukses bikin kejutan. Bukan cuma menang, tapi menang dengan cara yang benar-benar dramatis.
Gol penentuan lahir di menit ke-98. Dan bukan dari striker, bukan dari gelandang kreatif, tapi dari sang kiper, Anatoliy Trubin. Ya, kiper. Mourinho sendiri yang menyuruhnya maju saat situasi bola mati.
Hasilnya? Sundulan yang mampu menggetarkan gawang dan memastikan kemenangan 4-2. Salah satu momen paling ikonik Benfica dalam satu dekade terakhir.
Gol tersebut juga krusial secara matematis. Selisih gol Benfica membaik menjadi -2 dan cukup untuk menggeser Marseille dari posisi ke-24 dengan selisih gol -3. Dari yang hampir tersingkir, langsung lolos ke fase gugur. Sepak bola memang kadang lebih dramatis dari sinetron jam prime time.
Namun, melansir Sports Illustrated, menjelang pertemuan ulang ini, Mourinho menegaskan satu hal: timnya tidak akan menggantungkan nasib pada “keajaiban” lagi.
"Saya rasa Benfica tidak membutuhkan keajaiban untuk menyingkirkan Real Madrid. Kita perlu berada dalam performa terbaik, hampir sempurna. Tentu saja, Real Madrid adalah Real Madrid. Sejarah, pengalaman, ambisi, tidak ada gunanya membandingkan," ungkap pelatih berjuluk The Special One tersebut.
"Satu-satunya hal yang bisa dibandingkan adalah Real Madrid sangat besar, dan Benfica juga sangat besar. Selain itu, tidak ada yang bisa dibandingkan. Tapi sepak bola memiliki kekuatan ini, dan kita bisa menang."
Mourinho tahu siapa lawannya. Ia pernah ada di sana. Ia paham betul DNA Madrid yang tak pernah menyerah. Tapi ia juga percaya pada kekuatan timnya sendiri.
Secara performa, Benfica memang datang dengan modal cukup solid. Setelah duel kontra Madrid, mereka sempat ditahan imbang Tondela, lalu bangkit dengan dua kemenangan beruntun atas Alverca dan Santa Clara di kompetisi domestik. Momentum mulai terbentuk, dan kepercayaan diri pun ikut naik.
Kembali ke panggung Eropa, Mourinho bahkan tidak menutup mata soal status lawannya.
"Saya memperkirakan akan menghadapi kandidat nomor satu untuk memenangkan Liga Champions."
Pengakuan yang realistis. Madrid tetap Madrid. Klub dengan sejarah dan mentalitas juara yang sulit ditandingi.
Namun Mourinho juga mengantisipasi perubahan dari kubu lawan. Ia menyadari bahwa kekalahan sebelumnya pasti sudah dianalisis habis-habisan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
