Pelatih Benfica Jose Mourinho. (Istimewa)
JawaPos.com - Real Madrid harus mengakui keunggulan mantan manajernya sendiri, Jose Mourinho, setelah takluk 4-2 dari Benfica pada Rabu (28/1) malam zona Eropa.
Kemenangan tersebut memastikan langkah klub Portugal itu ke babak play-off Liga Champions, dan tak heran jika Mourinho terlihat sangat puas usai pertandingan.
Pelatih berusia 63 tahun itu menilai kemenangan timnya sepenuhnya layak. Benfica tampil efektif dan mampu memaksimalkan momen-momen penting dalam laga yang berjalan intens.
Melansir Defensa Central, Mourinho pun tak ragu mengungkapkan kebanggaannya bisa menaklukkan klub yang pernah ia besarkan.
“Saya rasa ini sangat pantas. Kylian memiliki dua peluang dan keduanya menjadi gol. Bagi Benfica, mengalahkan Real Madrid adalah sebuah pencapaian luar biasa.”
Ia juga menyoroti makna historis kemenangan tersebut bagi Benfica, yang jarang berhadapan dengan Real Madrid sejak era kejayaan mereka di Eropa.
“Mereka belum pernah bermain melawan Real Madrid sejak tahun-tahun fantastis mereka, ketika mereka berada di final Liga Champions. Dan ini, demi prestise Benfica dan para pemainnya, sungguh fantastis.”
Mourinho sempat menjadi sorotan ketika merayakan gol keempat Benfica pada menit ke-98 dengan penuh emosi. Gol tersebut memastikan kelolosan timnya dan memicu selebrasi besar di pinggir lapangan.
Meski begitu, ia mengaku merasa sedikit bersalah karena momen itu terjadi saat melawan Real Madrid, klub yang masih memiliki tempat spesial di hatinya. Beruntung, Álvaro Arbeloa memahami situasi tersebut.
“Saya sudah merayakannya. Tapi, Alvaro adalah seorang pria sepak bola dan dia mengerti bahwa pada saat itu Anda lupa bahwa dia ada di bangku cadangan, bahwa ada Chendo, bahwa orang-orang Anda ada di sana. Anda melupakan segalanya. Dan, dia menyuruh saya untuk tidak khawatir.”
Babak play-off membuka peluang Benfica kembali berhadapan dengan Real Madrid, atau menghadapi Inter. Mourinho menanggapi kemungkinan tersebut dengan santai, bahkan bernuansa emosional.
“Saya suka pergi ke Madrid dan saya suka pergi ke Milan. Bertemu teman selalu menyenangkan. Real Madrid dan Inter adalah tim yang mampu memenangkan Liga Champions dan kami, paling banter, bisa melakukan sesuatu yang luar biasa seperti hari ini.”
Lebih jauh, Mourinho menegaskan status Real Madrid sebagai kandidat juara, terlepas dari kekalahan mereka di Lisbon.
“Real Madrid dan Inter termasuk di antara kandidat utama. Kami bukan salah satunya, tetapi kami tetap bersaing. Kami kalah dari Chelsea tetapi kami tetap bersaing. Kami kalah dari Juve, tetapi kami tetap bersaing. Kami mengalahkan Real Madrid…”

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
