
Pelatih Feyenoord Robin van Persie menghampiri putranya Shaqueel yang cedera. (@footballontnt/X)
JawaPos.com–Langkah Feyenoord di kompetisi Liga Europa musim ini resmi terhenti. Feyenoord menelan kekalahan saat bertandang ke markas Real Betis di Stadion La Cartuja, Sevilla, pada Jumat (30/1).
Wakil Belanda itu kalah dengan skor 1-2 dan dipastikan gagal melaju ke fase berikutnya Liga Europa. Dilansir dari media asal Belanda De Volkskrant (30/1), hasil itu membuat Feyenoord mengakhiri fase kompetisi dengan catatan buruk, yaitu hanya mengoleksi enam poin dari enam kekalahan.
Kekalahan itu terasa semakin menyakitkan. Sebab, kemenangan melawan Real Betis cukup untuk membawa Feyenoord masuk 24 besar dan lolos ke babak play off turnamen.
Masalah utama Feyenoord sepanjang laga Adalah keterbatasan pemain akibat badai cedera. Tim asuhan Robin van Persie terpaksa menurunkan susunan darurat, bahkan memainkan pemain di luar posisi aslinya.
Bek kiri Jordan Bos harus bermain sebagai bek tengah, sedangkan penyerang sayap Aymen Sliti diplot sebagai bek kiri. Situasi serupa juga terjadi di lini belakang.
Pemain muda Thijs Kraaijeveld menjalani debut Eropa sebagai bek Tengah. Dia lebih sering bermain sebagai gelandang di level akademi. Sementara itu, Jordan Lotomba kembali dipercaya sebagai bek kanan meski performanya menuai kritik.
Di lini serang, Cyle Larin justru ditempatkan sebagai gelandang serang. Larin mendapat sejumlah peluang emas, termasuk dua kesempatan besar di babak pertama, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol. Ketumpulan itu menjadi salah satu faktor krusial kegagalan Feyenoord.
Sebaliknya, Real Betis tampil jauh lebih efektif. Tim asal Spanyol itu mencetak dua gol dalam 32 menit pertama.
Gol pertama dicetak Antony melalui sepakan jarak jauh, sedangkan gol kedua lahir lewat sundulan Abde Ezzalzouli setelah menerima umpan dari Antony. Setelah unggul 2-0, Real Betis memilih menurunkan tempo permainan. Mereka tampil efisien dan tidak menguras energi, mengingat kondisi jadwal padat dan absennya sejumlah pemain inti.
Feyenoord baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-77 melalui Casper Tengstedt yang mencetak gol lewat sepakan melambung. Namun, gol itu tak cukup untuk membalikkan keadaan hingga peluit akhir dibunyikan.
Laga itu juga diwarnai momen paling menyedihkan bagi pelatih Feyenoord. Putra Robin van Persie, Shaqueel van Persie, mengalami cedera serius sesaat setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Lututnya terlihat mengalami gerakan tidak wajar usai duel udara, hingga harus ditandu keluar lapangan dengan wajah menahan sakit. Seusai pertandingan, Robin van Persie mengaku sangat khawatir.
”Tes medis harus menentukan seberapa parah cederanya, tetapi skenario awalnya tidak terlihat baik,” ujar van Persie kepada Ziggo Sport.
Real Betis juga menunjukkan sportivitasnya dengan menuliskan doa kepada Van Persie melalui akun X (dulu Twitter) resminya agar sang pemain lekas pulih.
”Suatu kehormatan bagi kami dapat menjamu Anda dan para pendukung di stadion kami. Kami mendoakan yang terbaik untuk kesembuhan shaqueel van Persie. Semoga cepat sembuh,” tulis Real Betis.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
