
Mikel Arteta. (Instagram @mikelarteta)
JawaPos.com – Kepala Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menilai kekalahan dari Paris Saint-Germain musim lalu akan menjadi pelajaran berharga.
Dilansir dari laman Flashscore pada Rabu (17/9), Menurut Arteta pengalaman pahit di semifinal Liga Champions itu memberi timnya kedewasaan baru. Arsenal kini lebih siap menghadapi persaingan Eropa musim ini.
Arteta menyebut timnya telah menunjukkan kualitas tinggi sepanjang kompetisi musim lalu. Ia percaya para pemain kini lebih bijak dalam mengelola ekspektasi dan tekanan. Pengalaman itu akan menjadi modal penting ketika menghadapi Athletic Bilbao pada laga pembuka.
Arteta yakni jika Arsenal telah membuktikan bisa bersaing melawan lawan mana pun. Namun, keberhasilan di Liga Champions juga ditentukan detail kecil seperti keputusan tepat dan momen krusial. Pelatih asal Spanyol itu menekankan pentingnya skuad yang lengkap saat musim mencapai titik puncak.
Arsenal terakhir kali mencapai final Liga Champions pada 2006 dan kalah dari Barcelona. Arteta menegaskan tekadnya untuk membawa klub meraih gelar Eropa pertama. Ia ingin perjalanan kali ini menjadi kebangkitan setelah absen 11 tahun di kompetisi tersebut.
Dalam laga melawan Athletic Club, Arsenal tidak diperkuat beberapa pemain kunci. Gabriel Saliba, Kai Havertz, Martin Ødegaard, Ben White, dan Bukayo Saka dipastikan absen. Meski demikian, Arteta yakin timnya tetap memiliki kedalaman skuad yang memadai.
Arteta juga memuji kiper David Raya yang kini menjadi pilihan utama. Sejak didatangkan pada 2023, Raya telah mencatat 42 clean sheet dalam 100 pertandingan. Ia dianggap sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di Eropa.
Raya menyatakan keyakinannya bahwa Arsenal mampu meraih gelar Liga Champions. Ia menegaskan seluruh tim memiliki semangat juang tinggi dan fokus pada setiap laga. Bagi Raya, perjalanan panjang musim ini adalah kesempatan besar untuk mengukir sejarah baru.
