Igor Tudor. (Dok. FIFA)
JawaPos.com - Juventus terpaksa harus angkat koper setelah takluk lawan Real Madrid 0-1 pada babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025, di Hard Rock Stadium, Rabu (2/7) dini hari WIB.
Real Madrid menang berkat gol sundulan Gonzalo Garcia di babak kedua untuk mencapai perempat final.
Meskipun tersingkir, pelatih Juventus, Igor Tudor, justru mengapresiasi perjuangan anak asuhnya di laga tersebut. Menurutnya, pasukan Bianconeri telah memberikan segalanya dan menjalankan strategi permainan dengan sangat baik.
Tudor kemudian memberikan sebuah fakta yang cukup mengagetkan. Sang pelatih mengakui bahwa para pemainnya mengalami krisis kebugaran yang parah di tengah laga, sampai-sampai ada sepuluh pemain yang meminta untuk ditarik keluar.
Pengakuan pelatih asal Kroasia itu menggambarkan bagaimana perjuangan Juventus yang dipertontonkan di lapangan. Mereka berjuang hingga titik darah penghabisan meskipun kondisi fisik sudah tidak lagi ideal.
Tudor sama sekali tidak kecewa yang mendalam meski Juventus gagal melaju ke babak selanjutnya. Ia justru memilih untuk mengapresiasi perjuangan dan kepatuhan para pemainnya terhadap rencana yang telah ia siapkan.
Menurutnya, Juventus berhasil menjalankan taktik yang berbeda dan lebih baik dibandingkan saat melawan Manchester City. Ia juga menyoroti krisis kebugaran luar biasa yang dialami timnya dalam pertandingan melawan Real Madrid ini.
"Saya harus mengucapkan selamat kepada para pemain, karena mereka tetap berpegang teguh pada rencana permainan yang kami miliki dan mengikuti strategi," ujar Tudor selepas pertandingan.
"Mereka memberikan segalanya dalam situasi tersebut, pada akhirnya ada 10 pemain yang meminta untuk keluar."
Masalah kebugaran terlihat di laga semalam dengan Lloyd Kelly tertatih-tatih keluar lapangan karena masalah otot, yang semakin menambah masalah di lini pertahanan karena Federico Gatti juga mengalami gejala flu.
Tudor juga sempat mendapatkan sorotan ketika mengambil keputusan dengan mengganti Kenan Yildiz. Namun, sang pelatih memberikan penjelasan mengapa dia melakukan hal tersebut.
"Yildiz mengalami peregangan, kami khawatir ia akan melukai dirinya sendiri, namun para pemain lain juga mengalami hal serupa," sambung Tudor.
"Ada satu slot, saya ingin melakukan pergantian pemain yang lebih menyerang, namun Frank (Conceicao) mengalami cedera dan saya khawatir kami akan bermain dengan 10 orang."
Meskipun harus angkat koper dari turnamen, Igor Tudor melihat ada sisi positif yang bisa dipetik oleh timnya. Ia merasa Juventus mendapatkan pelajaran yang sangat berharga setelah berhadapan dengan dua tim level tertinggi dunia, Manchester City dan Real Madrid.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
