Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 16.20 WIB

Lawan Manchester United, Aston Villa Protes Pemilihan Wasit usai Gol Penting Dianulir dalam Laga Penentu Tiket UCL

Aston Villa lawan MU di Old Trafford. (X/Aston Villa)  - Image

Aston Villa lawan MU di Old Trafford. (X/Aston Villa) 

JawaPos.com-Aston Villa secara resmi mengajukan protes kepada Professional Game Match Officials Limited (PGMOL). Villa protes terkait pemilihan wasit dalam laga penentuan tiket Liga Champions melawan Manchester United pada pekan terakhir Premier League 2024/2025.

Laga yang berlangsung di Old Trafford pada Minggu (25/5) malam, menjadi momen krusial bagi Aston Villa dalam upaya mengamankan posisi lima besar klasemen. Sayangnya, kekalahan 2-0 dari tuan rumah membuat Villa harus puas finis di peringkat enam dan gagal lolos ke Liga Champions hanya karena kalah selisih gol.

Kontroversi mencuat pada menit ke-73 ketika Morgan Rogers mencetak gol yang seharusnya membawa Aston Villa unggul 1-0. Namun, wasit Thomas Bramall menganulir gol tersebut dengan alasan terjadi pelanggaran terhadap kiper Manchester United Altay Bayindir.

Keputusan tersebut memicu protes keras karena tayangan ulang menunjukkan bahwa Bayindir tidak menguasai bola sepenuhnya. Kiper tidak memegang bola dengan kedua tangan saat Rogers merebutnya.

Namun, karena wasit sudah meniup peluit sebelum bola masuk ke gawang, VAR tidak dapat dilakukan. Melalui pernyataan resmi yang dirilis Senin (26/5) malam dalam akun X (dulu Twitter), Aston Villa menyampaikan kekecewaan atas penunjukan Thomas Bramall yang dinilai belum cukup berpengalaman untuk memimpin pertandingan dengan tekanan tinggi.

“Dengan taruhan yang begitu besar dalam pertandingan hari ini, klub meyakini bahwa seharusnya wasit yang lebih berpengalaman ditunjuk. Dari 10 wasit yang memimpin laga Premier League hari ini, Tuan Bramall adalah yang kedua paling tidak berpengalaman,” tulis pihak klub.

Dilansir dari Sky Sports pada Senin (26/5), Direktur Operasional Sepak Bola Aston Villa Damian Vidagany menegaskan, protes bukan hanya soal keputusan wasit, tetapi menyangkut metode pemilihan ofisial pertandingan.

“Keluhan ini bukan soal keputusan wasit. Ini soal pemilihan wasit. Salah satu wasit paling tidak berpengalaman dipilih untuk salah satu laga tersulit musim ini yang melibatkan dampak besar terhadap 4 atau 5 tim,” ujarnya usai laga.

Pelatih Aston Villa Unai Emery mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan kesalahan besar, tetapi mereka harus tetap menunjukkan sikap sportif dengan mengapresiasi performa lawan.

“Gol yang dianulir itu merupakan momen kunci, tetapi secara keseluruhan mereka memang lebih pantas menang. Kami bermain dengan 10 orang dan masih mampu menciptakan peluang,” ujar Emery dilansir dari TNT Sport.

Kapten tim John McGinn juga menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang dianggap luar biasa aneh dan menyayangkan momen krusial yang merugikan timnya.

PGMOL belum memberikan tanggapan resmi atas protes yang dilayangkan oleh Aston Villa.

Sementara itu, kemenangan Manchester United memastikan mereka mengakhiri musim dengan hasil positif, meskipun tidak mempengaruhi posisi mereka dalam klasemen.

Aston Villa kini harus mengalihkan fokus ke kompetisi Liga Eropa musim depan. Meskipun kegagalan lolos ke Liga Champions menyisakan kekecewaan, musim yang telah dilalui tetap menunjukkan perkembangan signifikan di bawah asuhan Unai Emery.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore