
Selebrasi Brennan Johnson setelah mencetak gol kemenangan melawan Manchester United di Final Europa League 2025. (AP Photo/Jose Breton)
JawaPos.com - Tottenham akhirnya menorehkan sejarah baru di kancah Eropa dengan mengangkat trofi Eropa pertamanya setelah lebih dari 40 tahun. Mereka berhasil menekuk Manchester United 1-0 dalam final Europa League di Stadion San Mamés, Bilbao, Spanyol pada Rabu (21/5) malam waktu setempat
Dilansir dari sofascore.com, kemenangan ini juga menjadi gelar besar pertama Spurs sejak mereka menjuarai Piala Liga Inggris pada 2008. Di level Eropa, terakhir kali Tottenham mencicipi manisnya gelar adalah saat menjuarai UEFA Cup (cikal bakal Europa League) pada tahun 1984.
Gol semata wayang Tottenham dicetak oleh Brennan Johnson di penghujung babak pertama. Gol tersebut lahir dari situasi yang terlihat sederhana, namun gagal diantisipasi oleh pertahanan United.
Pemain muda Pape Matar Sarr mengirim bola ke kotak penalti, namun Onana tak bergerak keluar. Shaw dan Johnson berduel merebut bola, yang kemudian memantul dan melewati Onana masuk ke sudut gawang.
Menariknya, Spurs memenangkan laga ini hanya dengan 27% penguasaan bola. Data dari Sofascore memperlihatkan betapa efisiennya permainan anak asuh Ange Postecoglou malam itu.
Salah satu bintang lapangan tak lain adalah Guglielmo Vicario. Sang kiper melakukan lima penyelamatan penting, termasuk satu di antaranya pada menit-menit akhir saat ia menepis sundulan berbahaya dari Luke Shaw.
Tak hanya Vicario, Van de Ven juga pantas mendapat kredit khusus. Ketika Hojlund mengira sundulannya bakal membawa United menyamakan kedudukan, Van de Ven muncul bak penyelamat dan menghalau bola tepat di garis gawang.
Keberhasilan ini memberi angin segar bagi Tottenham yang sebelumnya menjalani musim penuh tekanan. Posisi mereka di klasemen Premier League sangat mengkhawatirkan, namun kemenangan ini sedikit banyak memperbaiki suasana ruang ganti.
Spurs dipastikan mendapat tiket ke Liga Champions musim depan berkat gelar ini. Hal yang sangat melegakan bagi Postecoglou yang sebelumnya sempat diragukan kapabilitasnya.
Pelatih asal Australia itu sempat kesulitan menjaga konsistensi timnya selama musim berjalan. Namun malam final di Eropa ini membuktikan ia masih punya sesuatu untuk ditawarkan kepada publik London Utara.
Bagi para penggemar Spurs, ini juga menjadi pelipur lara setelah enam tahun lalu tim kesayangannya gagal juara di final Liga Champions melawan Liverpool.
Sebaliknya, hasil ini menjadi kabar buruk bagi Manchester United. Kekalahan ini makin menekan posisi Ruben Amorim sebagai pelatih kepala.
United kini terpuruk di peringkat 16 klasemen Premier League. Nasib mereka kian memprihatinkan karena musim depan dipastikan absen dari seluruh kompetisi Eropa.
Dengan skuad yang ada, pencapaian United musim ini benar-benar jauh dari kata baik. Tekanan terhadap Amorim pun diprediksi bakal semakin besar di musim depan. (*)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
