
Kevin De Bruyne. (mancity.com)
JawaPos.com - Wembley menjadi saksi babak akhir karier Kevin De Bruyne bersama Manchester City dalam laga final Piala FA melawan Crystal Palace. Namun, perpisahan sang maestro Belgia berjalan tanpa sorak sorai, tanpa trofi yang diangkat, hanya kekalahan 0-1 yang menutup perjalanan sepuluh tahun yang membentuk era modern di bawah asuhan Pep Guardiola.
De Bruyne tampil sebagai pengatur serangan di lini tengah, berusaha menciptakan ritme permainan seperti biasa. Namun, performa City malam itu jauh dari tajam dan terkoordinasi. Usai laga, dengan sikap tenang dan jujur, De Bruyne membuka tabir pembicaraan di balik layar soal masa depannya.
"Tentu saja, Keputusan akan diumumkan saat saya benar-benar siap. Selama saya belum yakin, saya tak bisa katakan apa-apa," ujarnya saat ditanya soal pembicaraan transfer.
Kini di usia 33 tahun, De Bruyne menegaskan keputusan ini bukan hanya soal dirinya sendiri.
"Saya punya anak-anak kecil yang harus saya pikirkan. Keputusan ini harus menguntungkan kami semua, bukan hanya saya. Dulu saat saya 20 tahun dan masih sendiri, memilih sangat mudah. Sekarang jauh lebih rumit," ungkapnya kepada Sky Sports.
Meskipun keputusan hengkang bukan sepenuhnya dari keinginan pribadi, melainkan bagian dari evolusi klub yang perlu melakukan penyegaran, De Bruyne tetap meninggalkan Etihad sebagai salah satu sosok legendaris era Guardiola. Dia tak menutup kemungkinan tetap bermain di Premier League. Saat ditanya apakah sudah ada pembicaraan dengan klub Inggris lain, jawabannya singkat namun penuh arti.
"Mungkin," ucapnya disertai senyum tipis.
Dari Merseyside, Mohamed Salah turut memberikan komentar yang menarik. Bintang Liverpool itu memuji karier De Bruyne dengan penuh hormat.
"Saya ingin mengucapkan selamat atas kariernya. Dia luar biasa untuk City dan juga sangat berkontribusi untuk Liga Inggris. Saya harap yang terbaik untuknya dan kami punya ruang untuk dia!" ucap Salah.
Kata-kata Salah ini menggugah rasa penasaran antara candaan dan harapan tetapi dia juga menyadari kenyataan pragmatis klub soal pemain yang memasuki usia 30-an.
"Saya tahu bagaimana klub menghadapi pemain di atas 30 tahun sebelumnya. Saya sendiri juga tidak menyangka akan bertahan lama. Itu bukan hal buruk. Kami tahu bagaimana klub mengelola situasi ini," ujarnya.
Hal ini menjadi sinyal halus tentang kebijakan Liverpool yang seringkali memilih waktu yang tepat untuk melepas pemain senior demi menjaga keseimbangan tim. Apakah De Bruyne akan menjadi pengecualian? Kemungkinan kecil, tapi di musim panas penuh perubahan ini, segala kemungkinan terbuka lebar.
Baik melanjutkan karier di luar negeri atau tetap di Inggris, langkah berikutnya De Bruyne akan menjadi salah satu kisah menarik di bursa transfer musim panas. Pengaruhnya di sepak bola Inggris sudah tertulis jelas, namun cerita sang playmaker ini belum benar-benar usai.
Bagi Manchester City, hidup tanpa De Bruyne sudah dimulai. Bagi penggemar Premier League, semua mata tertuju pada ke mana langkah selanjutnya sang maestro akan melangkah apakah dia akan pamit atau bertahan lebih lama.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
