Pemain Atletico Madrid asal Argentina Julian Alvarez. (Istimewa)
JawaPos.com - Real Madrid berhasil memperpanjang luka pada rival sekota mereka, Atletico Madrid, di Liga Champions 2024/25 dengan sebuah adu penalti kontroversial dengan intervensi VAR.
Sang juara bertahan melaju ke babak perempat final, di mana mereka akan menghadapi Arsenal, dalam sebuah malam penuh drama di Metropolitano pada Kamis (13/3) dini hari WIB, yang akan membuat tuan rumah dan sang pelatih, Diego Simeone, merasa murka.
Real Madrid kini telah mengalahkan Atletico Madrid dalam lima pertemuan Liga Champions secara beruntun, termasuk di final 2014 dan 2016, satu semi-final, satu perempat-final, dan sekarang di babak 16 besar.
Pertandingan ini dilanjutkan dengan adu penalti setelah gol Conor Gallagher di menit pertama menggagalkan kemenangan 2-1 Real Madrid di leg pertama pekan lalu.
Real Madrid sejatinya memiliki kans untuk memenangkan pertandingan, namun tendangan penalti Vinicius Junior masih melambung di atas mistar gawang pada babak kedua dan pertandingan berlanjut ke babak adu penalti setelah babak perpanjangan waktu berakhir tanpa gol.
Penalti Julian Alvarez Dianulir
Real Madrid unggul terlebih dahulu dan mencetak gol dari dua percobaan pertama mereka, dengan Kylian Mbappe yang membuat Jan Oblak salah mengantisipasi dan Jude Bellingham juga ikut mencetak gol.
Alexander Sorloth telah mencetak gol penalti pertama Atletico sebelum bola diberikan kepada Julian Alvarez, mantan penyerang Manchester City dan pemenang Piala Dunia bersama Timnas Argentina.
Namun, Alvarez terpeleset saat ia menyambut bola dan melepaskan tendangan yang melambung tinggi. Tetapi Alvarez tampaknya memiliki keberuntungan dan bola melayang di bawah mistar dan masuk ke dalam gawang.
Beberapa saat setelahnya terjadi kontroversi dan kegaduhan. Sebelum Federico Valverde bersiap mengeksekuis penalti, wasit Szymon Marciniak menghentikan permainan untuk melihat tayangan VAR.
VAR memastikan apakah Alvarez menyentuh bola dua kali setelah ia terpeleset. Meskipun tayangan ulang tidak meyakinkan, diputuskan bahwa Alvarez menyentuh bola dengan kaki kirinya setelah dia terpeleset, sebelum menendang dengan kaki kanannya.
VAR merekomendasikan bahwa penalti tersebut harus dianulir dan keputusan VAR dikonfirmasi: “Pemain Atletico, No19 [Alvarez], dua kali menyentuh bola saat tendangan penalti dilakukan.”
Namun demikian, ketika wasit Marciniak mengacungkan dua jari sebagai tanda 'sentuhan ganda', keputusan tersebut pada awalnya tidak disiarkan ke stadion, dan para pendukung Atletico merayakannya meskipun mereka dalam posisi tertinggal 2-1.
Apa yang Terjadi Setelah Kontroversi Itu?

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
