Kolo Toure
JawaPos.com- Mantan bek Liverpool, Kolo Toure, mengungkapkan kebahagiaannya saat bergabung dengan Liverpool, yang ia anggap sebagai kesempatan sempurna untuk bangkit setelah tidak lagi diandalkan di Manchester City.
Toure, yang merupakan bagian dari skuad legendaris Invincibles Arsenal, meninggalkan London menuju Manchester dalam transfer senilai GBP 14 juta pada 2009. Ia membantu City meraih gelar Premier League musim 2011/2012, tetapi dalam dua tahun terakhirnya, Toure mulai kehilangan tempat di tim utama Roberto Mancini. Persaingan dengan pemain seperti Joleon Lescott dan Matija Nastasic membuatnya hanya tampil dalam 14 pertandingan liga pada musim terakhirnya.
Kontraknya habis pada musim panas 2013, dan meskipun menerima tawaran dari klub luar negeri, Toure memilih tetap bertahan di Premier League dengan bergabung ke Liverpool. Dalam wawancara dengan LFCTV pada 2015, ia mengenang kepindahannya ke Anfield dan alasan mengapa ia tetap ingin bermain di Inggris.
"Saya berada di akhir kontrak di City dan masih ingin bermain di Inggris, karena cara saya meninggalkan City tidak terasa benar bagi saya. Saya tahu bahwa saya masih bisa memberikan sesuatu," ujar Toure.
Berada dalam situasi yang sulit di Manchester City, Toure mulai mencari peluang baru untuk melanjutkan kariernya di Premier League. Saat itulah ia menerima kabar yang mengubah segalanya.
"Saya menerima telepon dari Brendan Rodgers. Ketika dia berbicara dan mengatakan bahwa dia mempertimbangkan saya untuk bergabung dengan klub, saya langsung merasa senang. Bisa bermain untuk Arsenal, City, dan kini Liverpool adalah hal yang luar biasa. Saya sangat bersyukur," tambahnya.
Toure juga mengungkapkan bahwa ia sempat mendapat tawaran bermain di Turki dan negara lain, tetapi ajakan dari Rodgers membuatnya tidak berpikir dua kali untuk memilih Liverpool.
"Ketika Brendan meminta saya untuk datang ke Liverpool, saya sangat senang karena saya tahu saya bisa membantu klub hebat ini. Ini adalah kesempatan untuk bangkit, dan Liverpool adalah klub yang sempurna bagi saya," tambahnya.
Bek asal Pantai Gading itu menghabiskan tiga tahun di Anfield sebelum hengkang pada 2016. Ia juga sempat merasakan bermain di bawah asuhan Jurgen Klopp, yang mengambil alih posisi manajer pada Oktober 2015.
Dalam wawancara lain dengan LFCTV, Toure memuji metode kepelatihan Klopp dan mengenang betapa beratnya musim pertamanya di bawah asuhan pelatih asal Jerman tersebut.
"Saya rasa Jurgen melatih tim dengan penuh energi. Dia ingin para pemain bekerja keras, berlari sekuat tenaga. Musim pertama benar-benar sulit bagi sebagian besar pemain, termasuk saya, karena setiap sesi latihan sangat intens," ungkapnya.
Meski begitu, Toure mengaku kagum dengan cara Klopp memperlakukan para pemainnya.
"Saya sangat menikmati cara dia mengelola pemain secara individu. Bahkan pemain yang tidak bermain pun mencintainya karena dia selalu memberikan rasa hormat dan dukungan," pungkasnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
