Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Januari 2025, 02.09 WIB

Alejandro Balde Jadi Korban Pelecehan Rasisme Saat Barcelona Hadapi Getafe, Harap LaLiga Bisa Bertindak Tegas

Laga Getafe vs Barcelona diwarnai aksi tak senonoh fan tuan rumah terhadap Alejandro Balde (tengah). - Image

Laga Getafe vs Barcelona diwarnai aksi tak senonoh fan tuan rumah terhadap Alejandro Balde (tengah).

JawaPos.com - Lagi dan lagi, rasisme terjadi di Liga Spanyol. Laga Getafe vs Barcelona diwarnai aksi tak senonoh fan tuan rumah terhadap Alejandro Balde.

Usai pertandingan, Alejandro Balde mengungkapkan jika ia mendapat pelecehan rasial dari tribun penonton. Momen itu terjadi pada babak pertama.

Mendengar nyanyian rasis, sang bek langsung melaporkan kejadian tersebut kepada wasit Pablo Gonzalez Fuertes. Sang pengadil pun mengaktifkan protokol LaLiga.

Untuk diketahui, LaLiga memiliki protokol soal rasisme. Hal pertama yang harus dilakukan adalah pihak stadion memberi peringatan melalui pengeras suara.

Itulah yang dilakukan Pablo Gonzalez Fuertes. Beruntung setelah protokol dijalankan tidak ada lagi nyanyian rasisme dari fan Getafe.

Alejandro Balde jelas tidak terima dengan pelecehan fan. Walau begitu dia tidak mau larut dalam masalah tersebut dan ingin melanjutkan fokus bersama Barcelona.

“Saya menjadi sasaran pelecehan rasisme di babak pertama. Itu seharusnya tidak terjadi lagi. sekarang saya ingin fokus pada pertandingan Liga Champions,” kata Balde seperti dikutip dari Football Espana.

Kendati akan melupakan apa yang terjadi di stadion Colesium Alfonso Perez dinihari tadi, Alejandro Balde tidak akan diam dengan apa yang sudah dialami. Dia ingin pihak LaLiga bertindak.

“Saya memberi tahu wasit dan dia mengaktifkan protokolnya. Sekarang kami harus mencoba melupakannya dan bangkit di pertandingan berikutnya,” tambah Balde.

Baginya, sangat memalukan di tahun 2025 rasisme masih terjadi di sepak bola. Penggawa timnas Spanyol inipun berharap perlawanan terhadap rasisme semakin gencar dilakukan.

“Saya berharap LaLiga mengambil tindakan. Saya mendapat hinaan rasis sepanjang pertandingan. Rasis tidak punya tempat baik di sepak bola atau kehidupan sehari-hari. Kita harus tetap melanjutkan perlawanan untuk menghapusnya. Sangat memalukan ini terjadi di 2025,” pungkas Alejandro Balde.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore