Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Agustus 2024, 22.41 WIB

Bedah Format Liga Champions 2024/2025, Era Baru Tanpa Fase Grup dan Diikuti 36 Tim

Era baru Liga Champions Eropa tanpa fase grup segera dimulai di musim 2024/2025. (Instagram/@championsleague) - Image

Era baru Liga Champions Eropa tanpa fase grup segera dimulai di musim 2024/2025. (Instagram/@championsleague)

JawaPos.com — Liga Champions musim 2024/2025 akan menandai era baru dalam sejarah kompetisi sepak bola paling bergengsi di Eropa. Bukan hanya sekadar pergantian tahun, format kompetisi ini mengalami perubahan revolusioner, dengan penghapusan fase grup dan peningkatan jumlah tim peserta menjadi 36 tim.

Dalam perubahan ini, UEFA berupaya memberikan pengalaman yang lebih seru, kompetitif, dan adil bagi klub-klub sepak bola, pemain, serta para penggemar di seluruh dunia. Seperti apa format anyar ini akan bekerja? Mari kita bahas lebih lanjut.

Menghapus Fase Grup

Perubahan terbesar dalam format Liga Champions 2024/2025 adalah penghapusan fase grup. Dalam format sebelumnya, 32 tim peserta dibagi menjadi delapan grup yang terdiri dari empat tim.

Masing-masing tim akan bermain dalam sistem round-robin, dengan dua tim teratas dari setiap grup lolos ke babak gugur. Format ini telah menjadi ciri khas Liga Champions selama bertahun-tahun, dan kini format tersebut telah digantikan dengan sistem liga tunggal yang terdiri dari 36 tim.

Dalam sistem baru ini, setiap tim akan memainkan delapan pertandingan di fase liga. Delapan pertandingan tersebut terdiri dari empat laga kandang dan empat laga tandang, dan setiap tim akan menghadapi delapan lawan berbeda dari pot yang telah ditentukan berdasarkan peringkat mereka di liga UEFA.

Tidak ada lagi grup tetap; kini setiap klub akan bertemu dengan lawan yang berbeda, memberi mereka kesempatan untuk menghadapi tim-tim dari berbagai negara dengan level yang lebih bervariasi.

Sistem Liga Tunggal dan Undian Pot

Tim yang berpartisipasi dalam Liga Champions 2024/2025 akan diundi ke dalam empat pot berdasarkan koefisien UEFA mereka. Sistem undian ini akan mengatur siapa yang akan dihadapi oleh masing-masing tim di fase liga.

Setiap tim akan menghadapi dua lawan dari setiap pot, sehingga delapan pertandingan fase liga mereka akan menjadi kombinasi dari potensi lawan yang berbeda-beda. Format baru ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak variasi dan tantangan bagi setiap klub.

Keputusan UEFA untuk mengadopsi format liga tunggal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pertandingan serta memberi kesempatan lebih banyak bagi klub-klub untuk saling menguji kemampuan mereka melawan lawan dari berbagai belahan Eropa.

Bagi para penggemar, hal ini tentu menjadi suguhan menarik karena mereka dapat melihat tim-tim besar bertarung lebih awal, bahkan di fase liga.

Babak Knock-out dan Play-off

Perubahan besar lainnya adalah cara tim lolos ke babak knock-out. Dalam sistem baru ini, delapan tim teratas di klasemen liga otomatis melaju ke babak 16 besar.

Sementara itu, tim-tim yang berada di peringkat 9 hingga 24 akan menjalani babak play-off dengan format dua leg untuk memperebutkan sisa tempat di babak 16 besar. Tim-tim yang gagal masuk ke peringkat 24 besar akan langsung tersingkir tanpa kesempatan untuk berpartisipasi di Liga Europa, seperti yang terjadi di format sebelumnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore