Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Agustus 2021 | 21.00 WIB

Arti Bisikan Neymar ke Messi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Sebulan lalu Neymar memeluk Lionel Messi setelah gagal membawa Brasil memenangi Copa America 2021. Selecao (julukan timnas Brasil) takluk 0-1 di tangan Argentina.

Sambil memeluk La Pulga (julukan Messi), Neymar pun sambil membisikkan sesuatu ke telinga Messi. ’’Sialan, kamu sudah mengalahkanku,’’ begitu yang dibisikkan Neymar ke telinga Messi, dalam pengakuan lewat akun Instagram-nya.

Tentu itu bukan umpatan kepada Messi. Melainkan guyonan Neymar kepada sosok yang pernah empat musim seklub bersamanya di FC Barcelona itu.

Nah, dalam beberapa hari ke depan, akan terjawab arti sebenarnya di balik kata-kata dari bisikan Neymar ke Messi itu. ’’Dia (Neymar, Red) seperti berkata, bermainlah denganku, Leo,’’ klaim RMC Sport dalam salah satu artikelnya soal kemungkinan merapatnya Messi ke Camp des Loges (kamp latihan PSG).

Neymar pun bak membukakan jalan kepada Messi untuk bergabung dengan PSG. Demi main bareng dengan kapten FC Barcelona dan timnas Argentina itu, Neymar rela statusnya sebagai pemain bergaji termahal di PSG digusur Messi.

Neymar per pekan bergaji EUR 700 ribu (Rp 11,8 miliar).

Kemarin (8/7), surat kabar L’Equipe menyebut PSG sudah menawarkan bayaran per pekan di angka EUR 769,2 ribu (Rp 13 miliar) kepada Messi. Angka yang sudah membuat Messi menjadi pemain bergaji termahal di Ligue 1.

Jumlahnya lebih rendah hampir EUR 500 ribu (Rp 8,46 miliar) dibandingkan gaji per pekan Messi di Barca.

Bukan hanya itu. Konon, Neymar sudah merelakan nomor punggung 10 yang dia pakai di PSG sejak kali pertama datang musim panas 2017.

Sebagaimana diketahui, Messi sudah identik dengan jersey bernomor punggung 10. Entah di La Blaugrana (julukan Barca) ataupun di timnas Argentina. Tapi, Messi menolaknya.

Andaikan benar-benar datang ke PSG, wide attacker 34 tahun itu lebih memilih memakai jersey nomor punggung 19. Nomor punggung pertamanya ketika mulai bersinar bersama Barca di musim 2006–2007 dan 2007–2008.

Kebetulan musim ini nomor punggung 19 di PSG masih tak bertuan.

Selain gaji per pekan yang tertinggi, media-media Prancis sudah mengungkap Messi akan membela PSG dalam kontrak berdurasi tiga musim. Laporan Mundo Deportivo tadi malam WIB menyebut, Messi bakal menggelar acara konferensi pers di Camp Nou (kandang Barca) untuk menjelaskan situasinya.

Baik tentang Barca maupun terkait keputusannya untuk bersatu dengan Neymar. Rencananya, konferensi pers tersebut digelar Minggu siang waktu Catalan.

Bagi PSG, momen itulah yang mereka tunggu-tunggu untuk meresmikan status Messi sebagai satu di antara trio lini depannya bersama Neymar dan Kylian Mbappe.

Itulah alasan mengapa entraineur PSG Mauricio Pochettino tak terlalu gamblang saat dia menjelaskan tentang potensi Messi jadi anak buahnya. Hanya, dari pernyataannya seperti dikutip laman Culture PSG, Poche (sapaan akrab Pochettino) berharap banyak dengan kedatangan Messi di skuadnya.

’’Jelas, secara paralel, dari manajemen olahraga, (Direktur Olahraga PSG, Red) Leonardo dan Presiden (Nasser Al-Khelaifi) telah bekerja keras untuk membangun kekuatan klub di segala lini yang memungkinkan,’’ tutur Poche dalam konferensi pers sebelum bertandang ke kandang klub ES Troyes dalam journee pembuka Ligue 1.

Status Messi akan sama dengan Gianluigi Donnarumma, Sergio Ramos, dan Georginio Wijnaldum. PSG tak mengeluarkan sepeser uang pun saat mendatangkannya. Tapi, angka-angka di balik kontrak mereka akan jadi beban bagi PSG.

Gigio (sapaan akrab Donnarumma) yang gaji per musimnya terendah saja masih di angka EUR 7 juta (Rp 118,4 miliar).

Sementara itu, Messi, Ramos, dan Gini (sapaan akrab Wijnaldum) bisa di atas EUR 10 juta (Rp 169,2 miliar). Itu belum termasuk biaya yang dikeluarkan PSG saat mendatangkan Achraf Hakimi dari Inter Milan, EUR 60 juta (Rp 1,01 triliun).

Biayanya jauh dari pengeluaran PSG saat menambahkan Neymar dan Kylian Mbappe ke skuadnya, 2017 lalu.

Laman The Athletic menyebut, pelonggaran aturan Financial Fair Play (FFP) pada masa pandemi dimanfaatkan klub-klub dengan owner kaya seperti PSG dan Manchester City. Dengan pelonggaran itu, pemilik klub dibolehkan menyuntikkan uang tambahan ke klub mulai Juni lalu.

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore