Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Maret 2025 | 04.46 WIB

Sajak: Selarik Adimarga

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

Kita terlampau lancang hanya untuk sekedar merajut kembali rusuk yang rusak

Sepanjang basah hujan yang dinginnya hingga ke patah tulang,

sisa isak masih saja menghiasi sederet dinding-dinding bungkam yang membelenggu asa

Lalu pada senyap malam di tepian bibir kota,

di antara pedar cibir dan dentum belungsang yang dijejalkan,

kita dipaksa merangkak perih pada masa lampau yang tenggelam

Menuturkan kembali separagraf lakon dari para bandit-bandit biadab dan sang bedebah

Juga, pada rangkaian kelam yang tak pernah usai di tukar sepenggal nyali berdarah api

Pada ratusan jejak nyalang kaki yang menantang gema durjana

Kita kembali hadir di sisa detik yang rusak itu

Dimana detak menyentak tajam secarik rintih

Membuai rusuk dengan serpihan pedih, kala hati sudah lebam-lebam dihajar anarki

Kita tidak pernah getar menggores cacat nadi di bawah bara api

Memungut kembali sisa-sisa matahari dengan separuh raga yang nyaris mati

Hingga, sebongkah maut yang membabi-buta di tikam seutas ciut nyali.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore