ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)
aku melihat merah-putih penuh air mata
dan itu karena kemurungannya tidak lagi terbendung
apakah puisi harus berkemas diri
dari pergulatan hidup, yang tidak pernah tuntas
selalu saja kegelisahan dan kesedihan
melekat erat di urat nadi tradisi
entah, apakah merah-putih itu hanya simbol dari peradaban
sebab nyatanya penguasa kian bangga dengan busana kolonial
2024
---
bangku-bangku telah lebam
lebih usang dari masa purba
dan tanah-tanah ini membiarkannya tetap tumbuh
entah, apakah karena mata ini tak mampu lagi membaca

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
