Mereka bertemu dua belas tahun lalu
di dekat Stasiun Wonokromo yang ribut.
’’Hai,’’ lelaki itu menyapa.
’’Hai,’’ perempuan itu menyambut.
Lantas takdir mengulur panjang
dan beberapa bulan kemudian, si perempuan berkata,
’’Aku ingin pulang.’’
’’Aku ikut,’’ kata si lelaki. ’’Ke mana pun kau pergi
aku ikut.’’
Dan begitulah mereka berangkat pada suatu Sabtu subuh
dari Tanjung Perak.
Di dalam lambung kapal, si lelaki membayangkan
umbut pakis, hijau pandan hutan,
sulur bajakah bunting, tembilung, dan tiga unting lagu
gunung. Segala yang eksotis dari sebuah kampung Dayak.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
