
PSSI mendapat beban berat untuk bisa menemukan solusi menghentikan munculnya korban akibat bentrokan antarsuporter.
JawaPos.com – Pentolan Bonek Andie Peci ikut berkomentar terkait meninggalnya suporter Persija Jakarta di Bandung. Menurut Andie, jika sepak bola Indonesia terus menerus memakan korban, maka kompetisi di Indonesia harus dievaluasi.
Pendukung Persija, Haringga Sirla harus meregang nyawa usai dikeroyok oknum suporter Persib di area parkir Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9). Menurut data dari Save Our Soccer (SOS), Haringga adalah korban ketujuh dari rivalitas panas antara Persija dan Persib.
Melalui akun Twitter-nya, Andie Peci menyampaikan keresahannya karena sepak bola Indonesia terus menerus memakan korban. Bahkan hingga meninggal dunia. Andie pun mengeluarkan gagasan ekstrem, yakni pembekuan kompetisi sepak bola Indonesia.
“Bonek juga pernah ada korban yang meninggal dunia. Suporter lain juga pernah mengalami hal yang sama. Tak hendak sedang membela siapa-siapa, kalau sepak bola kita terus menerus mengorbankan nyawa, bekukan saja kompetisi sepak bola di sini,” tulisnya.
Yang menarik, gagasan yang disampaikan Andie Peci diamini oleh legenda hidup Persija Bambang Pamungkas. “Agak ngilu sih bayangin tidak ada sepak bola di republik, tapi saya setuju,” tulis Bepe, sapaan akrabnya.
Pemerhati sekaligus penulis buku tentang Persebaya dan Liverpool, Oryza A. Wirawan memiliki pandangan lain. Menurut Oryza, tidak perlu membakar lumbung untuk membunuh seekor tikus.
Artinya, masih banyak cara yang bisa dilakukan oleh pelbagai pihak untuk meminimalkan korban nyawa dari suporter. Tanpa perlu menghentikan kompetisi. Selain itu, penghentian kompetisi akan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Tidak hanya para pemain sepak bola.
“Ketika sepak bola profesional dihentikan, para pemain juga akan mencari pelampiasan. Salah satunya bermain tarkam. Justru tarkam ini jauh lebih liar daripada kompetisi,” ucap Oryza kepada JawaPos.com Senin (24/9) siang.
Oryza mengatakan, masih banyak cara yang bisa dilakukan oleh PSSI untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya adalah memetakan klub-klub di Indonesia yang memiliki potensi konflik antarsuporter.
“Misalnya, pertandingan Persija dan Persib tidak digelar di Bandung dan Jakarta, tetapi di tempat netral dan tertutup,” jelasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
