
Salah satu mantan napiter, Joko Tri Harmanto atau yang akrab disapa Jack Harun saat memberikan keterangan kepada wartawan di Loji Gandrung, Selasa (12/6).
JawaPos.com - Aksi terorisme yang terjadi di Solo erat kaitannya dengan permasalahan perekonomian. Mereka yang masuk ke dalam jaringan terorisme, diduga lantaran kondisi perekonomian yang tidak stabil. Sehingga, mereka dengan mudah terjerumus dengan bujuk rayu para perekrut dan akhirnya melakukan tindakan di luar nalar termasuk dengan melakukan aksi bom bunuh diri.
Demikian seperti diungkapkan oleh mantan narapidana teroris (Napiter), Joko Tri Harmanto kepada JawaPos.com, Selasa (12/6). Hal itu, lanjut pria yang akrab disapa Jack Harun itu, termasuk juga yang terjadi pada dirinya pada beberapa tahun silam. "Memang masalah perekonomian paling mendominasi lahirnya pemikiran tersebut dan akhirnya mereka masuk dalam jaringan terorisme," ungkap pria yang sempat terlibat dalam aksi perakitan bom Bali 1.
Maka dari itulah, dirinya sebagai seorang Napiter berharap, ada peran pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan harapan, tidak ada lagi warga yang terjebak dalam kasus terorisme. Salah satu yang diinginkan Harun adalah, mempunyai wadah atau tempat untuk menampung para Napiter agar tidak kembali ke jalan yang salah setelah menjalani masa hukuman.
"Untuk saat ini kami masih menargetkan di Jateng dan DIY dulu karena teman kami yang dari Jateng dan DIY yang terlibat cukup banyak," ungkapnya.
Setelah jateng dan DIY, tidak menutup kemungkinan wadah atau yayasan yang digagasnya akan semakin dikembangkan. Sehingga bisa juga menampung Napiter dari daerah lain. Untuk saat ini, Harun mengatakan, sudah ada sekitar 25 Napiter yang tergabung untuk menggagas wadah atau yayasan untuk menampung mereka. Dengan adanya wadah atau yayasan yang menampung, Harun optimistis, mantan Napiter tidak akan kembali terjerumus dalam aksi-aksi terlarang.
"Kebanyakan kasus yang sudah ada adalah terlibat dengan ISIS. Dengan gagasan ini, mereka diharapkan tidak bermain kembali. Inilah keprihatinan kami sehingga membentuk wadah ini agar Napiter yang keluar tidak susah," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
