Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Mei 2018 | 10.50 WIB

Rawan Macet dan Laka di Jalan Nasional Probolinggo-Pasuruan

Kondisi jalan nasional Probolinggo-Pasuruan yang bagus menggoda pengendara untuk memacu kendaraan lebih kencang. - Image

Kondisi jalan nasional Probolinggo-Pasuruan yang bagus menggoda pengendara untuk memacu kendaraan lebih kencang.

JawaPos.com - Jalan nasional Probolinggo-Pasuruan merupakan salah satu titik tersibuk di jalur pantura. Banyak titik kemacetan di jalur sepanjang kurang lebih 45 kilometer itu. Terutama di wilayah Pasuruan.


Bagaimana tidak, Pasuruan merupakan wilayah pertemuan arus mudik dari lintas daerah. Baik dari arah Surabaya, Probolinggo-Banyuwangi, maupun Malang. "Di jalur pantura, Probolinggo-Pasuruan jadi perhatian utama," kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII I Ketut Darmawahana Selasa (8/5).


BBPJN mencatat sejumlah potensi kemacetan. Mulai simpang Gempol-Bangil. Meski badan jalan cukup lebar, pengguna jalan tetap harus waspada. Sebab, di beberapa titik ada penyempitan jalan.


Kemacetan parah juga kerap terjadi di simpang tiga Pasar Gondanglegi, Beji. Pemicunya adalah pasar tumpah. Titik rawan kemacetan lainnya terdapat di sekitar Alun-Alun Bangil lantaran banyaknya kendaraan, baik angkutan dalam kota maupun antarkota, yang melintas di jalur itu. "Parahnya lagi, banyak kendaraan parkir di sini (Alun-Alun Bangil)," ujar Rizal, seorang pengendara yang biasa melintasi Probolingggo-Pasuruan.


Di wilayah timur, pasar tumpah juga terjadi di simpang tiga Pasar Ngopak, Pasuruan. Itu masih ditambah potensi kemacetan karena lintasan rel kereta api (KA). Jika KA melintas, kemacetan mengular sampai ratusan meter. "Cepat sekali macet karena ini jalur utama lintas daerah," ucapnya.


Banyaknya titik kemacetan menjadikan waktu tempuh Probolinggo-Pasuruan cukup lama. Bayangkan, meski hanya berjarak 45 kilometer, waktu tempuh bisa sampai 1,5 jam. Bahkan bisa dua jam saat arus mudik Lebaran.


Selain titik kemacetan, Probolinggo-Pasuruan dikenal sebagai salah satu jalur tengkorak di wilayah pantura. Jalur rawan kecelakaan (laka) antara lain wilayah Kecamatan Raci, Kraton, Beji, Jalan Raya Legok, Rejoso, dan Nguling. Untuk menghindari insiden di jalur mudik, BBPJN terus memperbaiki jalan nasional. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore