
KAMPUS ASUH: UMM menandatangani nota kesepahaman mengenai kampus asuh dengan sejumlah perguruan tinggi, Senin (7/5).
JawaPos.com - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapat kepercayaan sebagai pelaksana Program Perguruan Tinggi (PT) Asuh. Kepercayaan ini sudah dua kali diemban oleh UMM.
Hal ini, sesuai dengan surat Keputusan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) RI Nomor 99/b/sk/2018 tentang PT Pelaksana Program Penjamiin Mutu. UMM membina lima PTS asuh di Kopertis Wilayah VII dan satu PTS di kopertis Wilayah VIII.
Menindaklanjuti hal tersebut, Senin (7/5) UMM melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman, sosialisasi, dan need assassment Program Asuh PT Unggul Dirjen Belmawa Kemenristekdikti RI dengan keenam PT.
Rinciannya, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Islam Balitar, Universitas Kahuripan Kediri, Akademisi Farmasi Putra Indonesia Malang, Akademi Analisis Farmasi dan Makanan Putra Indonesia Malang, serta Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Bumigora Mataram.
Wakil Rektor I Prof Dr Syamsul Arifin menyampaikan, UMM dan keenam PT asuhan adalah mitra yang saling belajar dan melengkapi. Kedua kalinya mendapat kepercayaan sebagai PT asuhan, pihaknya mengajak seluruh PT mitra untuk saling belajar guna memperbaiki kualitas PT masing-masing.
"Mudah-mudahan ke depan kita bisa terus bisa memilihara silaturahmi untuk saling belajar dan memperkuat kualitas PT," kata dia.
Membahas lebih peningkatan kualitas PT khususnya dalam bidang akademik, Syamsul menyampaikan bahwa ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam kriteria SDM.
Pertama yaitu ketersediaan dan ketercukupan. Kriteria kedua yaitu kualifikasi. Kualifikasi akademik minimal yaitu tidak ada lagi dosen yang bergelar S1. Terakhir, lanjut dia adalah kompetensi.
Kompetensi ini dilihat dari jabatan fungsional mulai dari tenaga pengajar, asisten ahli, lektor, lektor kepala sampai guru besar. Selama ini, kata dia, UMM selalu menerapkan keteladan, keseriusan, karena cinta itu membutuhkan sebuah keteladanan.
"Hal itu penting sehingga membantu mengembangkan perguruan tinggi," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Bumigora, Mataram Wiya Suktiningsih menyampaikan, sebagai PT asuh pihaknya ingin banyak belajar dari UMM. Utamanya mengenai pengetahuan penjaminan mutu, karena selama ini STIBA hanya mengikuti workshop yang sifatnya tidak langsung ke assessment yang dibutuhkan.
"Selain itu kami berharap dari sini dapat meningkatkan akreditasi STIBA. Karena kebetulan sampai saat ini akreditasi kami masih C. Kami juga berharap bisa mendapatkan pengetahuan bagaimana caranya untuk berkembang agar bisa seperti UMM nanti ke depannya," tandasnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
