
Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mengatakan partainya akan legowo apapun keputusan terkait cawapres Prabowo Subianto.
JawaPos.com - Jauh-jauh hari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah menyatakan sikap tidak bergabung dengan gerbong koalisi petahana. PKS lebih memilih kembali bersama mitra sejatinya Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Dukungan pun diberikan PKS untuk Gerindra, dengan syarat posisi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto diisi oleh kader partai berlambang bulan sabit kembar itu. Bahkan Presiden PKS M Sohibul Iman telah mengingatkan agar Gerindra segera memutuskan pendamping mantan Danjen Kopassus itu sebelum Ramadan.
Belakangan, Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya tampak masih bimbang, mulai tegas merapat ke koalisi Gerindra-PKS. Sama halnya dengan PKS, PAN ingin menyodorkan kader terbaiknya sebagai pendamping Prabowo, yaitu Zulkifli Hasan (Zulhas).
Mendengar rencana tersebut, Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang PAN menawarkan ketua umumnya sebagai cawapres Prabowo. Pasalnya, PKS tidak memiliki kewenangan untuk melarang partai lain, termasuk PAN.
"Tentu secara prinsip PKS tidak bisa menentukan boleh bergabung atau tidak, karena bukan hak kami juga mewajibkan (bergabung), untuk melarang (bergabung). Itu hak PAN untuk menyampaikan sikap politiknya," ujar Hidayat di Gedung DPR, Jumat (4/5).
Menurut Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini, sosok yang menjadi pendamping Prabowo Subianto natinya harus diputuskan secara bersama-sama. Dia bilang, keputusan tersebut tidak bisa diambil hanya oleh satu partai.
"Tapi, pada ujungnya akan dibahas bersama-sama karena semua tidak ada yang cukup sendiri maju pilpres," katanya.
Namun, lanjut Hidayat, jika toh akhirnya yang terpilih mendampingi Prabowo adalah Zulhas, dia memastikan PKS akan legawa. Dia mengingatkan bahwa PKS selalu bisa menerima keputusan koalisi meskipun perolehan suaranya terbilang besar.
Saat Pilpres 2014 lalu, PKS memperoleh kursi (hasil pemilu 2009) sebanyak 57 kursi. Sedangkan PAN hanya berhasil meraup 43 kursi.
Di Pilpres 2019, PKS memperoleh kursi (hasil pemilu 2014) sebanyak 48 kursi. Sementara, PAN hanya 40 kursi. "Itu PKS legawa untuk PAN jadi cawapres. Padahal suaranya lebih jauh dari PAN," ungkapnya.
Maka dari itu dia menegaskan, apabila nantinya yang terpilih mendampingi Prabowo adalah salah satu kader PKS, maka sudah semestinya PAN juga legawa. "Tapi kalau (PAN) rida, juga wajar ya (kursinya lebih sedikit)," pungkasnya.
Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno mengatakan, apabila bergabung dengan Gerindra dan PKS, maka pihaknya akan menawarkan Zulhas sebagai cawapres Prabowo. "Oh tentu, itu kan masih amanat dari Rakernas 2017 (mengusulkan Zulhas jadi cawapres). Nah, itu akan kami sosialisasikan," ujar Eddy saat dikonfirmasi, Jumat (4/5).

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
