Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 April 2018 | 19.35 WIB

Jaga Arus Mudik, Batasi Kendaraan Barang dan Tambah Gerbang Tol

Kendaraan barang saat melintas di tol Jakarta-Cikampek. Saat arus mudik, akan diberlakukan pembatasan untuk kendaraan barang. - Image

Kendaraan barang saat melintas di tol Jakarta-Cikampek. Saat arus mudik, akan diberlakukan pembatasan untuk kendaraan barang.

JawaPos.com - Pada musim mudik Lebaran nanti, pembatasan jalur kendaraan barang akan lebih luas. Perluasan pembatasan itu didesain untuk memperlancar lalu lintas di jalan nasional dan tol.



Aturan tersebut akan diberlakukan untuk kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih. Juga untuk kendaraan dengan jumlah berat yang diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg.



Tambahan lokasi pembatasan terdiri atas beberapa jalan negara dan tol. Antara lain tol Pandaan-Malang, tol Probolinggo-Lumajang, tol Denpasar-Gilimanuk, dan tol Jombang- Caruban. "Hal tersebut juga berdasar masukan dari daerah," jelas Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi.



Ruas lain yang diberi pembatasan adalah tol Jakarta-Merak, tol Jakarta-Cikampek, tol Prof Sedyatmo, tol Palimanan-Kanci-Pejagan, dan tol Purwakarta-Bandung-Padaleunyi (Purbaleunyi). Tol lingkar luar Jakarta dan tol Bogor-Ciawi pun mendapat jadwal pembatasan untuk angkutan berat.



Di Jawa Tengah, ada tol Semarang seksi A, B, dan C serta tol Semarang-Salatiga. Lalu, di Jawa Timur, ada tol Surabaya-Mojokerto. "Memang ada pengembangan (lokasi, Red) jika dibandingkan dengan tahun 2017. Tapi, waktu berlakunya dipersingkat jadi dua hari," kata Menhub Budi Karya Sumadi kemarin.



Pembatasan untuk arus mudik itu berlaku mulai 12 Juni atau H-3 sejak pukul 00.00. Pembatasan tersebut berlaku sampai 14 Juni atau H-1 pukul 24.00. Lalu, untuk arus balik, pembatasan operasional tersebut akan diberlakukan mulai 22 Juni atau H+6 pukul 00.00 hingga 24 Juni pukul 24.00.



Pembatasan kendaraan angkutan barang itu dikecualikan bagi pengangkut bahan bakar minyak dan gas, pupuk, bahan pokok, ternak, susu murni, serta bahan antaran pos dan uang. Barang ekspor maupun impor dari lokasi home industry ke pelabuhan atau sebaliknya juga tidak dikenai ketentuan itu.



Rapat lintas instansi tersebut juga membahas manajemen rest area serta penyediaan rambu atau petunjuk arah. Begitu pula jalur alternatif. Nanti pembahasan itu dilanjutkan dengan pembahasan bersama kepolisian. "Mohon dibantu untuk pelaksanaan ramp check di terminal-terminal karena akan kami lakukan pengecekan secara masif, termasuk kondisi pengemudinya," ujarnya.



Sementara itu, AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru menyatakan bahwa pihaknya menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik pada periode puasa dan Lebaran. Dalam perhitungan Jasa Marga, puncak arus mudik di gerbang tol Cikarang Utama akan jatuh pada H-3, yakni 12 Juni.



Volume lalu lintas diperkirkan mencapai 116.270 kendaraan. Naik 0,03 persen bila dibandingkan dengan puncak arus mudik Lebaran 2017. Sedangkan puncak arus balik di gerbang tol (GT) Cikarang Utama diprediksi terjadi pada H+3 atau 19 Juni. "Tapi, arus balik diperkirakan mengalami penurunan sebesar 3,9 persen atau 109.632 kendaraan," papar Dwimawan.



Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di GT Cikarang Utama pada puncak arus mudik dan balik, Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur menjelaskan akan mengoperasikan maksimal 20 GT operasi di ruas arah Cikampek. Juga 29 GT operasi di ruas arah Jakarta serta 10 mobile reader dan top up tunai di GT Cikarang Utama 2 dan GT Cikarang Utama 4.



Untuk GT Cileunyi, Subakti mengatakan akan mengoperasikan maksimal 10 GT operasi (arah Garut), termasuk 2 lajur reversible, serta 8 GT operasi (arah Jakarta), termasuk penambahan 2 gardu operasi dan 3 lajur reversible. Juga memfungsikan 5 mobile reader dan top up tunai di GT Cileunyi.



Selain itu, Subakti mengatakan bahwa Jasa Marga menyediakan jalur fungsional dengan memanfaatkan tol yang masih berada dalam proses konstruksi. Yakni tol Batang-Semarang (ruas Batang-Krapyak sepanjang 75 km), tol Solo-Ngawi (ruas Salatiga-Kartasura sepanjang 32,24 km), tol Ngawi-Kertosono (ruas Wilangan-Nganjuk sepanjang 15 km), dan tol Pandaan-Malang (ruas Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,3 km). "Total yang bisa dimanfaatkan 137,54 km," jelas Subakti.



Untuk optimalisasi pelayanan, Subakti mengatakan bahwa pihaknya akan menghentikan seluruh kegiatan proyek mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. "Kami juga akan terapkan pembatasan kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih, juga percepatan respons dengan menempatkan petugas-petugas di daerah rawan kepadatan," jelasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore