
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memprediksi Indonesia bisa lebih parah dari dugaan Prabowo, jika rkayatnya salah pilih pemimpin.
JawaPos.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah berharap rakyat Indonesia tidak salah pilih pemimpin di Pilpres 2019. Menurutnya, Indonesia bukan hanya bubar, bahkan lebih parah dari itu.
“Dugaan saya lebih parah daripada (ucapan) Pak Prabowo yang menyebut Indonesia bisa bubar 2030,” kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (13/4).
Indonesia, tutur Fahri, akan berada dalam kondisi permanen yang tidak stabil secara politik dan bahkan medioker secara ekonomi. Hal itu mengakibatkan masyarakat yang tidak percaya diri dan gamang secara permanen.
"Itu berbahaya sekali, jadi kalau lima tahun ini salah urus, cita-cita bangsa Indonesia bisa hilang secara permanaen kalau lima tahun ke depan salah urus," ungkapnya.
"Kalau Indonesia bubar kan mati mendadak, kalau saya bilang mah ini mati pelan-pelan," sambungnya.
Ketika disinggung mengenai pernyataan itu merujuk kepada pemerintahan saat ini, Fahri lantas mempertanyakan kembali apakah ideologi Indonesia saat ini semakin baik atau tidak.
Dia mengatakan, saat ini Indonesia justru dinilainya semakin ngambang. Parahnya, setiap masyarakat saling meragukan satu sama lainnya. Begitu pula di pusat kekuasaan yang dinilanya semakin gamang.
"Tambah-tambah malah pecah kita, tambah ngambang, tambah saling meragukan, tiap kita bangun pagi itu tidak ada cahaya yang terang benderang dari pusat kekuasaan, semua orang bingung mau ngapain. Makanya, orang lebih suka nonton lawakan dari pada pidato pemimpin," tuturnya.
Lebih lanjut, Fahri menuturkan, secara politik, perpecahan di antara masyarakat juga dirasakannya juga terjadi. Kondisi itu dinilainya semakin merugikan masyarakat lantaran pemerintah tidak dapat menyajikan manjemen politik yang baik.
"Karena warna tidak jelas, pikiran tidak jelas, arah tidak jelas," terangnya.
Terakhir, Fahri pun mengkritik perekonomian Indonesia yang terus menurun. Dia menuturkan, saat ini perekonomian hanya memperkaya segelintir orang saja, tidak memakmurkan seluruh masyarakat Indonesia.
"(Perekonomian) Memperkaya segelintir orang dengan koefisien gini yang lebih besar, menambah utang kita, merampas subsidi kita. Itu tidak bisa disebut ekonomi kita baik. Ya baik untuk orang kaya," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
