Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 April 2018 | 01.14 WIB

Salah Pilih Pemimpin, Fahri: Bukan Hanya Bisa Bubar, tapi Lebih Parah

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memprediksi Indonesia bisa lebih parah dari dugaan Prabowo, jika rkayatnya salah pilih pemimpin. - Image

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memprediksi Indonesia bisa lebih parah dari dugaan Prabowo, jika rkayatnya salah pilih pemimpin.

JawaPos.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah berharap rakyat Indonesia tidak salah pilih pemimpin di Pilpres 2019. Menurutnya, Indonesia bukan hanya bubar, bahkan lebih parah dari itu.


“Dugaan saya lebih parah daripada (ucapan) Pak Prabowo yang menyebut Indonesia bisa bubar 2030,” kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (13/4).


Indonesia, tutur Fahri, akan berada dalam kondisi permanen yang tidak stabil secara politik dan bahkan medioker secara ekonomi. Hal itu mengakibatkan masyarakat yang tidak percaya diri dan gamang secara permanen.


"Itu berbahaya sekali, jadi kalau lima tahun ini salah urus, cita-cita bangsa Indonesia bisa hilang secara permanaen kalau lima tahun ke depan salah urus," ungkapnya.


"Kalau Indonesia bubar kan mati mendadak, kalau saya bilang mah ini mati pelan-pelan," sambungnya.


Ketika disinggung mengenai pernyataan itu merujuk kepada pemerintahan saat ini, Fahri lantas mempertanyakan kembali apakah ideologi Indonesia saat ini semakin baik atau tidak.


Dia mengatakan, saat ini Indonesia justru dinilainya semakin ngambang. Parahnya, setiap masyarakat saling meragukan satu sama lainnya. Begitu pula di pusat kekuasaan yang dinilanya semakin gamang.


"Tambah-tambah malah pecah kita, tambah ngambang, tambah saling meragukan, tiap kita bangun pagi itu tidak ada cahaya yang terang benderang dari pusat kekuasaan, semua orang bingung mau ngapain. Makanya, orang lebih suka nonton lawakan dari pada pidato pemimpin," tuturnya.


Lebih lanjut, Fahri menuturkan, secara politik, perpecahan di antara masyarakat juga dirasakannya juga terjadi. Kondisi itu dinilainya semakin merugikan masyarakat lantaran pemerintah tidak dapat menyajikan manjemen politik yang baik.


"Karena warna tidak jelas, pikiran tidak jelas, arah tidak jelas," terangnya.


Terakhir, Fahri pun mengkritik perekonomian Indonesia yang terus menurun. Dia menuturkan, saat ini perekonomian hanya memperkaya segelintir orang saja, tidak memakmurkan seluruh masyarakat Indonesia.


"(Perekonomian) Memperkaya segelintir orang dengan koefisien gini yang lebih besar, menambah utang kita, merampas subsidi kita. Itu tidak bisa disebut ekonomi kita baik. Ya baik untuk orang kaya," pungkasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore