Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 April 2018 | 02.01 WIB

Marak Penipuan Telepon Internasional Sekali Dering, Ini Kata Bamsoet

Ketua DPR Bambang Soesatyo. Bamsoet meminta masyarakat lebih berhati-hati ketika menerima panggilan telepon. Terlebih ketika mendapati nomor yang tak lazim - Image

Ketua DPR Bambang Soesatyo. Bamsoet meminta masyarakat lebih berhati-hati ketika menerima panggilan telepon. Terlebih ketika mendapati nomor yang tak lazim

JawaPos.com - Pemerintah diminta melakukan upaya serius terkait dugaan adanya panggilan international yang mencurigakan, serta penggunaan frekuensi yang tak wajar.


Ini berkaitan dengan maraknya kasus pencurian pulsa bermodus panggilan tak terjawab, dengan menggunakan nomor internasional yang tidak dikenal (Wangiri/penipuan sekali dering).


Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta ‎‎Komisi I DPR mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Operator Seluler, untuk melakukan pemblokiran.


Menurut Bamsoet-sapaannya-, hal serupa pernah terjadi pada tahun 2013 dan 2016. Kemenkominfo dan Operator Seluler, kata dia, harus tegas menindaknya dengan melakukan pemblokiran.


"Hal ini sebagai upaya pencegahan kasus pencurian pulsa tersebut," kata Bamsoet, Senin (2/4).

Menurutnya, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebaiknya segera berkoordinasi dengan provider dalam melakukan investigasi.


Termasuk soal modus pencurian pulsa, sesuai dengan regulasi hukum internasional yang terkait dengan perlindungan terhadap konsumen.


Di sisi lain, mantan Ketua Komisi III DPR itu mendorong Kapolri agar menugaskan Satuan Cyber Crime Bareskrim Polri, untuk mengusut tuntas motif pencurian pulsa dengan panggilan internasional yang diketahui oleh provider.


Pria yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Fraksi Golkar itu juga mendorong Kemenkominfo bersama dengan provider seluler, untuk meningkatkan sosialisasi ke masyarakat.


Substansinya agar mengabaikan jika mendapatkan panggilan internasional dari nomor yang tidak dikenal atau tidak memiliki hubungan keluarga/kerabat di negara tersebut, agar dihiraukan.


"Serta demi keamanan untuk tidak mencantumkan nomor telepon pribadi pada akun media sosial," tandasnya.‎

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore