Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Maret 2018 | 02.28 WIB

KESDM Ingin Penambahan Subsidi Solar Tak Lewat APBNP 2018

Ilustrasi Petugas SPBU - Image

Ilustrasi Petugas SPBU

JawaPos.com  - Pemerintah mengisyaratkan penambahan subsidi solar tak harus melalui skema Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan tahun 2018. Mengingat fluktuasi harga minyak dunia cenderung meningkat sejak tengah tahun 2017.


“Gak ada proses APBNP, nanti mekanisme simpel aja kalau parlemen minimal dia menyatakan bahwa dia tidak mendukung kenaikan (harga premium dan solar),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, di Gedung Migas, Jakarta, Jum’at (23/3).


Persetujuan DPR tersebut akan dijadikan dasar untuk mengirim surat kepada Menteri Keuangan bahwa subsidi solar harus ditambah. Menurutnya, proses tersebut tak perlu menunggu pembahasan APBNP. 


Ego mengatakan, pemerintah sudah sepakat mendukung pertumbuhan daya beli masyarakat. Dengan cara menjaga stabilitas harga jual premium dan menambah subsidi solar. “Bu Sri Mulyani sudah bilang bahwa kita pemerintah mendukung daya beli masyarakat. Kita tetap ingin mempertahankan harga jual BBM tertentu dan penugasan. Kalau dipertahankan kita akan meng-adjust yang tadi subsidi kita usulin (jadi) Rp 1.000/liter,” ujarnya.


Ego mengungkap, rencana penambahan subsidi solar dilakukan untuk merespon pergerakan ICP yang cenderung naik sejak Juni 2017. Data Kementerian ESDM menunjukkan  peningkatan ICP sejak Juni 2017 hingga Januari 2018, berturut-turut sebesar USD 43,7 per barel, USD 45,5 per barel, USD 48,4 per barel, USD 52,5 per barel, USD 54,0 per barel, USD 59,3 per barel, USD 60,9 per barel dan USD 65,6 per barel. 


Namun, ICP Februari 2018 mengalami penurunan sebesar USD 3,98 dibandingkan bulan sebelumnya menjadi USD 61,61 per barel. "Kita cermati terus pergerakan harga minyak tadi. Contohnya seperti ICP Januari 2018 USD 65 per barel tiba-tiba sekarang turun USD 61 per barel dan cenderung turun terus. Nanti kita akan infokan (terus) pergerakannya," terangnya.


Saat ini, BBM jenis solar  medapat subsidi sebesar Rp 500 per liter untuk 16 juta kiloliter (KL). Dengan angka sebesar itu, kata Ego, alokasi subsidi solar adalah sekitar tujuh triliun rupiah.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore