Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Maret 2018 | 16.53 WIB

Pemerintah Menambah Pasokan Perumahan Bagi Generasi Milenial

peresmian Rusunawa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia di Denpasar, Bali - Image

peresmian Rusunawa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia di Denpasar, Bali

JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menambah pasokan unit rumah terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan,  bagi masyarakat MBR berpenghasilan maksimal Rp 7,5 juta dapat menikmati rusun subsidi. Sedangkan  untuk rumah tapak, MBR yang berhak mendapatkan KPR subsidi adalah yang memiliki penghasilan maksimal Rp 4,5 juta.


Ia mengatakan, Rusunawa menjadi pilihan tempat tinggal bagi pekerja generasi millenial. Mekanismenya yaitu Pemerintah Daerah (Pemda) menyediakan lahan dan mengajukan usulan pembangunan Rusun kepada Kementerian PUPR.


"Kalau masih single bisa memilih tipe studio, bila sudah berkeluarga bisa memiliki tipe 36. Harga sewanya relatif terjangkau dengan kualitas cukup baik. Nanti bila penghasilan semakin meningkat bisa mengangsur membeli apartemen atau rumah tapak," katanya, setelah peresmian Rusunawa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia di Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu.


Menurut Hamid, hunian vertikal bisa menjadi solusi bagi generasi milenial yang tinggal di perkotaan. Sebab ketersediaan tanah semakin terbatas. Selain itu hunian vertikal juga dapat mengurangi konversi lahan perdesaan menjadi perkotaan.


Rusunawa memiliki spesifikasi bangunan 3 lantai terdiri dari 47 unit. Dilengkapi berbagai fasilitas. Di antaranya yaitu sambungan listrik, sarana air bersih, meubelair, tempat parkir, sarana dan prasarana umum (PSU). Rusunawa ini menghabiskan anggaran pembangunan sebesar Rp 14 miliar. Dialokasikan dari dana tahun 2017. "Kalau di lokasi lain bisa dibangun 4 lantai, namun karena aturan di Bali, kita  hanya bisa membangun unit Rusun 3 lantai. Untuk harga sewanya nanti akan ditentukan oleh pihak pengelola," imbuhnya.


Pada 2017, proyek pembangunan Rusun Kementerian PUPR mendekati target yang dicanangkan. Dari target 13.253 rusun di seluruh Indonesia, PUPR berhasil membangun keseluruhan 13.251 unit.


Selain Rusunawa ASN, PUPR juga membangun Rusunawa bagi pekerja, mahasiswa, pondok pesantren, nelayan, anggota TNI dan Polri. Sementara pada tahun 2018, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan sebanyak 13.405 unit rusun.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore