Sabtu, 24 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pendidikan

Guru Dianiaya, Pengamat: Ini Negara Hukum Bukan Negara Preman

| editor : 

AT, kepala SMP Negeri 4 Lolak, Sulut mengalami luka parah akibat dipukul wali murid bernisial DP.

AT, kepala SMP Negeri 4 Lolak, Sulut mengalami luka parah akibat dipukul wali murid bernisial DP. (Facebook)

JawaPos.com - Kasus penganiayaan kembali menimpa dunia pendidikan. Seorang guru menjadi korban penganiayaan wali murid. Akibatnya seorang kepala SMP Negeri 4 Lolak, Sulawesi Utara mengalami luka tusuk di tubuhnya. Kasus ini sangat disayangkan sejumlah pihak, karena orang tua murid bertindak ala preman.

Pengamat Pendidikan Arief Rachman sangat menyayangkan kasus itu. Menurutnya hal itu bermula dari komunikasi. Jika ada persoalan di lingkungan pendidikan mestinya diawali dengan dialog. Dari dialog itu dapat ditelusuri sebab akibat dari sebuah persoalan. Bukan diselesaikan dengan cara anarkistis seperti yang dialami AT, Kepala SMP Negeri 4 Lolak, Sulawesi Utara

"Negara kita negara demokrasi, seharusnya persoalan itu ditempuh dengan jalur dialog yang sehat antara siapa pun yang mempunyai perbedaan pendapat," ujar Arief saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (14/2).

Bila tidak mendapatkan solusi yang baik bisa melibatkan pihak berwenang. Kini perbuatan dari salah seorang wali murid di SMP Negeri 4 Lolak harus ditangani aparat kepolisian. Sebab perbuatannya sudah masuk ranah pidana. Jika seseorang berbuat pidana, maka harus dibawa ke ranah pengadilan.

"Siapa yang melakukan kekerasan harus dikenakan hukuman sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Ini negara hukum bukan negara preman," tegas Arief.

Sebagaimana diketahui AT menjadi sasaran kemarahan emosi dari DP, 41, seorang wali murid. DP tidak terima anaknya ditegur oleh AT. Akibat perbuatan DP, AT mengalami luka hingga berdarah-darah.

Foto-foto penganiayaan terhadap sang guru beredar luas di jagat media sosial. Bahkan, dalam salah satu foto, terlihat bagian pergelangan AT seperti ditusuk benda tajam. Seragam mengajarnya berlumuran darah. Kini DP sudah ditangani aparat kepolisian.

(rgm/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP