Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Februari 2018 | 21.13 WIB

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Longsor Underpass Bandara Soetta

Evakuasi longsor yang terjadi di Underpass Parimeter Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin (5/2) malam - Image

Evakuasi longsor yang terjadi di Underpass Parimeter Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin (5/2) malam

JawaPos.com - Insiden ambrolnya tembok underpass Jalan Perimeter menuju Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (5/2) menyebabkan dua orang di dalam mobil Honda Brio tertimbun. Selama hampir 12 jam proses evakuasi dilakukan petugas gabungan untuk mengeluarkan korban dari timbunan tanah.


Namun, nyawa Dianti tidak bisa diselamatkan. Sedangkan Mutmainah langsung dilarikan di RS Siloam, Tangerang, Selasa (6/2). Hingga kini belum diketahui penyebab amrbuknya tembok perimeter tersebut.


Kapolres Bandara Soeta, Kombes Ahmad Yusep mengatakan sampai saat ini polisi belum bisa memastikan apakah akan ada tersangka dari peristiwa tersebut. Hingga kini, kata Yusep, polisi terus melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti insiden yang menewaskan satu orang itu. "Belum (masih diselidiki)," kata Yusep saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (6/2).


Pihak kepolisian akan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna untuk mengetahui penyebab sebenarnya yang yang terjadi. "Saat ini kami sedang bekerjasama dengan Puslabfor, untuk mengungkap perustuwa kemarin sore. Kami berusaha mengulang kembali kejadian itu," kata pungkas dia.


Sementara itu, kondisi terkini korban longsor di jalur Perimeter Selatan Underpass Bandara Soekarno Hatta, Mukhmainah, mulai membaik. Wanita 25 tahun itu selamat usai tertimbun material longsor selama 12 jam lebih.


Pantauan JawaPos.com di RS Siloam, Tangerang, Selasa (6/2), wanita yang akrab disapa Ina itu masih mendapat perawatan intensif dari tim dokter Rumah Sakit Siloam. Sejumlah awak media pun masih menunggu keterangan langsung dari Ina.


Ayah Ina, Syamsudin, 55, menuturkan bahwa putrinya saat ini dalam keadaan yang lebih baik ketimbang saat berhasil dievakuasi pagi tadi. "Alhamdulilah Ina dalam keadaan lebih baik sejak mendapat perawatan," katanya kepada JawaPos.com.


"Ina hanya mengaku kakinya kram sampai saat ini. Mungkin karena kelamaan duduk dan tertindih longsoran kali yaa," sambung Syamsudin.


Dia juga menjelaskan bahwa pihak dokter tidak berbicara akan adanya kemungkinan tindakan yang lebih seperti operasi. "Tidak ada tindakan itu (operasi). Alhamdulilah hasil CT Scan menunjukan kabar baik, tidak perlu adanya tindakan operasi," pungkas Syamsudin.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore